Miris!!! Diduga Kasek MI Tembong Tampar Muridnya Sampai Trauma

Majalengka || buserindonews.com – Lagi-lagi dan Lagi-lagi nama Kementrian Agama tercoreng lagi atas perbuatan salah satu oknum Kepala Sekolah MIS yang di Duga aniaya siswanya sampai pipinya merah.

Hal tersebut di ungkapkan orang tua muridnya anaknya yang sekolah duduk di bangku kelas II di sekolah MIS itu mendapatkan perilaku tidak senonoh oleh kepala sekolah nya.

“Awal kronologi kejadian anak saya bergurau dengan murid kelas V terus anak saya sampai nangis ga berhenti henti di pisahkan oleh Kepala Sekolah MI Tembong jadi seterusnya anak saya di bawa sambil di gusur tangannya oleh Kepala Sekolah di paksa di bawa ke kantor posisi di dalam ruangan kantor cuman ada Kepala Sekolah sama guru sama anak saya lalu anak saya betisnya di pukul dan Pipi anak saya di Kepret bahkan sampai menyisakan bekas merah sampai-sampai Kepala Sekolah nya juga ngebegrag meja yang ada di kantor MI sampai pecah memakai tangan kepala sekolahnya, “Jelas Orang tua Murid Kepada media buserindonews.com.

Lanjut sumber. Untuk kejadian sudah 2 Minggu yang lalu bahkan anak saya sampai trauma tidak mau sekolah di MI itu saya dan istri saya sudah membujuk untuk sekolah lagi tapi anak saya sama sekali tidak mau sekolah lagi disana dan pada akhirnya saya memilih untuk memindahkan anak saya ke sekolah SD.

Saya merasa kecewa dengan tindakan kepala sekolah tersebut kayak yang tidak punya etika sama sekali saya sudah mencoba ngobrol dengan Guru guru yang lain saya tidak akan mempersoalkan dan memperpanjang persoalan tersebut cuman saya minta satu kepada kepala sekolah itu anak saya tolong untuk di bujuk gimana caranya supaya mau lagi sekolah di MI itu.

Masih orang tua murid,Sampai saat ini juga Kepala Sekolah maupun pihak sekolah tidak ada basa basi sama sekali datang terhadap saya menyoal menanyakan anak saya. kemana atuh anak tersebut ga sekolah sekolah sudah aga lama.

Untuk kejelasan lebih lanjut kami awak media buseindonews.com melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah melalui sambungan chat WhatsAppnya.

“Baik pak. Terus terang kalau memukul sekalipun menyentil saya tidak pernah kecuali membawanya ke kantor karena anak tersebut nangis sambil membawa batu, sya takut batu tsb di lemparkan kepada teman nya, “Ujarnya 6/10/2023. (Key)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *