Prabumulih (Sumsel) 17 Juni 2025 Buser Indonesia News. com
Milyaran Anggaran proyek Normalisasi Sungai, Jadi Sorotan lembaga Whath Relation Of Corruption (WRC) kota Prabumulih,pasalnya pengerjaan terhadap proyek milyaran rupiah itu di duga asal jadi,
perencanaan dan pengawasan dari dinas terkait (PUPR) menjadi pertanyaan besar, proyek yang dikerjakan pada tahun 2024 lalu yang anggarannya tidak main main sempat menjadi perbincangan ,
beberapa fhoto maupun vidio dari pengerjaan proyek tersebut akan dipertanyakan oleh WRC kepada Dinas PUPR maupun Inspektorat selaku Instansi yang mengawasi bahkan menindak apabila ditemukan hal hal yang bermasalah,
Pebrianto selaku ketua WRC Unit kota Prabumulih mengatakan”sebagai kontrol sosial selama masa pengerjaan proyek Normalisasi tersebut selalu kita pantau”ujarnya
“hingga kemarin terdapat beberapa titik sungai yang erosi , maka kami WRC kota Prabumulih menduga pengerjaan proyek Normalisasi tersebut tidak sesuai dengan Anggaran yang begitu besar, karna sejatinya Normalisasi sungai itu adalah proses perbaikan dan pengelolaan sungai untuk mengembalikan fungsi alaminya, meningkatkan kualitas air, dan mengurangi risiko banjir. Tujuannya adalah untuk:
1. Meningkatkan kapasitas aliran air
2. Mengurangi sedimentasi dan erosi
3. Memperbaiki kualitas air
4. Mengurangi risiko banjir
Normalisasi sungai dapat melibatkan kegiatan seperti:
1. Pengerukan sedimen
2. Pembuatan tanggul
3. Penanaman vegetasi riparian
4. Pengelolaan limbah
Dengan normalisasi sungai, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi risiko bencana, dan meningkatkan manfaat sungai bagi masyarakat”Tutup Pebrianto.
( Red)

















