Buserindonews.com
Bekasi, Buser Indonesia – Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Angkasa Sejahtera memberikan klarifikasi terkait dugaan roti berjamur yang merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan didistribusikan ke SD Negeri Kedung Pengawas 02, Desa Kedung Pengawas, Kabupaten Bekasi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya keluhan dari wali murid mengenai kondisi roti yang dinilai tidak layak konsumsi.
Koordinator Lapangan SPPG Yayasan Garuda Angkasa Sejahtera, Gunawan, menegaskan bahwa roti yang dibagikan kepada para siswa masih dalam kondisi sangat layak untuk dikonsumsi. Ia membantah tudingan adanya jamur pada roti tersebut.
“Roti ini sangat layak dikonsumsi. Terkait dugaan roti berjamur, saya pastikan itu bukan jamur, melainkan sisa dari cetakan roti,” ujar Gunawan saat memberikan keterangan, Rabu (24/12/2025).
Gunawan juga menjelaskan mengenai tidak dicantumkannya kode produksi, tanggal pengemasan, maupun tanggal kedaluwarsa pada kemasan roti. Menurutnya, roti tersebut dipasok oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Roti ini kami ambil dari UMKM yang berada di wilayah Tangerang. Berdasarkan keterangan pihak UMKM, roti tersebut dikemas pada tanggal 23 Desember 2025 dan memiliki masa konsumsi hingga 28 Desember 2025,” jelasnya.
Meski demikian, pihak SPPG mengakui bahwa persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Gunawan menyampaikan bahwa SPPG akan melakukan pembenahan, khususnya terkait proses pengadaan dan pengemasan makanan.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Ke depan akan dilakukan perbaikan, termasuk rencana untuk memberdayakan UMKM yang berada di sekitar dapur penyedia Program MBG,” ungkapnya.
Pihak SPPG berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Bekasi.
(Boby/red)
















