JAGATARA Tinjau Petani Sorgum di Bogor, Dorong Ketahanan Pangan dan Pengembangan Pangan Alternatif

Buserindonews.com

BOGOR, Buser Indonesia — Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaga Nusantara Bersama (JAGATARA) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) JAGATARA Jawa Barat melakukan kunjungan ke petani sorgum di wilayah Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Minggu (12/4/2026).

JAGATARA Tinjau Petani Sorgum di Bogor, Dorong Ketahanan Pangan dan Pengembangan Pangan Alternatif

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Bendahara Umum DPP JAGATARA, Agus Widodo, S.E., bersama Ketua DPD JAGATARA Jawa Barat, Nafizul Alhafiz Rana, S.I.P, Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pangan alternatif.

 

Dalam kesempatan tersebut, Agus Widodo menyampaikan bahwa sorgum dinilai memiliki potensi sebagai salah satu bahan pangan alternatif pengganti beras. Selain itu, ia menyebut sorgum memiliki kandungan serat yang tinggi serta kadar gula yang relatif rendah.

 

“Sorgum merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai strategis. Selain kandungan gizinya, tanaman ini juga dinilai efisien karena dalam satu kali tanam dapat dipanen lebih dari satu kali,” ujarnya.

JAGATARA Tinjau Petani Sorgum di Bogor, Dorong Ketahanan Pangan dan Pengembangan Pangan Alternatif

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui koperasi JAGATARA, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan Koperasi Gerak Nusantara serta para petani lokal untuk mengembangkan budidaya sorgum.

 

Program tersebut, menurutnya, akan difokuskan pada pemanfaatan lahan pertanian milik masyarakat dengan target awal sekitar 30 hektare, termasuk integrasi dengan sektor peternakan kambing di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, wilayah Bogor Timur.

 

Agus Widodo juga menyebut bahwa pengembangan sorgum merupakan bagian dari ikhtiar organisasi dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional.

 

Sementara itu, Ketua DPD JAGATARA Jawa Barat, Nafizul Alhafiz Rana, menyampaikan dukungan senada. Ia mengatakan bahwa pengembangan pertanian, termasuk sorgum, akan menjadi salah satu program kerja JAGATARA di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

 

Menurutnya, wilayah Jawa Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun masih terdapat sejumlah lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

 

“Kami melihat masih banyak lahan yang belum produktif, baik milik negara maupun swasta. Ke depan, kami mendorong agar lahan-lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian guna mendukung ketahanan pangan,” kata Nafizul.

 

Ia menambahkan, upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah awal JAGATARA dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk petani dan koperasi, dalam mengembangkan komoditas pangan alternatif di wilayah Jawa Barat. (Ics/red)

Tinggalkan Balasan