Waslim Lansia Sakit Jantung Warga Bandung Di Bougenville RS. Bayu Asih Purwakarta

Purwakarta || BI – Miris, warga Kampung Cilengkrang 1 RT. 03 RW. 02 Keluruhan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kabupaten Bandung, sejak lama hidup tanpa keluarganya terlantar di area Purnawarman, Sindangkasih, Purwakarta.

Diketahui, lansia itu menderita sakit jantung. Tim Kelurahan Sindangkasih, kompak turun tangan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, Purwakarta, diantar pihak Satpol PP setempat guna mendapat perawatan sebagaimana layaknya warga negara Indonesia.

Keinginan mendapat perawatan itu, sebelumnya disampaikan Waslim kepada awak media, di tempat biasa tinggal selama beberapa tahun terakhir dalam kondisi yang kurang sehat, Rabu sore (22/4/2026).

Menurut Waslim, dirinya terpaksa tinggal di area kuliner tersebut karena keluarganya dalam kondisi sedang kesulitan.

“Saya menunggu anak saya yang peduli datang, tapi belum sempat, katanya baru mendapat musibah kecelakaan, jadi belum bisa datang ke sini. Maunya saya ke rumah sakit, tapi karena tidak ada keluarga jadi bingung. Sementara identitas berupa KTP dan KK hilang,” ungkapnya.

Waslim mengakui, selama ini untuk memenuhi kebutuhan dirinya, mengandalkan pemberian belas kasihan warga sekitar, termasuk petugas pemerintah setempat, terutama Pak RT idris, yang banyak membantunya selama tinggal di area kuliner tersebut.

“Saya pernah di bawa ke rumah sakit, sekarang harusnya kontrol, tapi karena belum ada yang mengantar belum bisa dilakukan,” kata Waslim pasrah.

Rabu, malam (22/4/2026) lansia tersebut sudah berada di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bayu Asih, dengan selang alat penyalur cairan medis di hidung, bagian langkah awal dilakukan petugas yang sedang berdinas saat pasien ini datang.

Siang ini, Kamis (23/4/2026) Waslim sudah ditempatkan di ruang Bougenville, Kamar nomor dua.

“Alhamdulillah di rawat, tadi tim dari Dinas Sosial dan pihak Kelurahan sudah nengok kesini. Makanan berupa Bubur dan satu gelas air minum disediakan dari rumah sakit. Kemudian dikasih air oleh sesama yang dirawat di sebelah saya berupa air aqua botol,” kata Waslim.

Beberapa warga yang mengetahui kondisi Waslim, diantaranya para Ibu-ibu di sekitar Purnawarman, Dede (56) dan Mimin (55) berharap pelayanan kepada warga ini maksimal. Setelah sembuh lebih baik di serahkan ke pemerintah oleh keluarganya kalau mereka tidak mampu.

“Harusnya ada pengawasan yang serius dengan warga lansia miskin seperti ini. Jangan menunggu viral dulu. Semua pihak terkait sesuai fungsi masing-masing termasuk insan media harus peduli, maaf ya ini mah saran, jangan terlalu banyak berita seremonial yang membuat cemburu, fakta banyak anggaran untuk seremonial diatas penderitaan warga seperti kami yang sering menjerit, batin sakit, banting tulang kerja atau usaha cari sekedar makan dalam kesulitan dan ketakutan untuk bicara apa adanya. Silahkan turun langsung lihat dan dengar suara mereka,” ucap Dede sambil berlinang air mata.

Para petugas setempat, membenarkan keberadaan kondisi Waslim itu. Secara kemanusiaan kita harus saling membantu dan sedang berupaya komunikasi dengan keluarganya, dengan cara menghubungi beberapa nomor kontak anak-anak Waslim yang didapat dari hasil upaya pihak pemerintah setempat di mana selama ini Waslim tinggal, termasuk RT sekitar kuliner.

Pemerintah Kelurahan Sindangkasih dan jajaran, juga RT setempat terus berupaya menghubungi keluarganya, guna menempuh proses yang tepat, ini dilakukan demi keamanan, kenyamanan serta kebaikan bersama dalam membantu Waslim.

Idris, RT 38 Kelurahan Sindangkasih, ketika dihubungi media ini mengatakan, saling mengasihi, saling jaga dan saling memperhatikan dalam membantu sesama, baik warga sini atau pendatang yang sedang kesulitan itu bukan hanya kewajiban pemerintah saja, tapi sudah menjadi tanggungjawab bersama.

“Pak Waslim itu diketahui pernah jadi warga Purwakarta, kemudian setelah menikah lagi dengan warga Bandung, dia pindah ke Bandung. Menurut Pak Waslim, dia sudah cerai dari istrinya dan anak-anaknya ada yang dengan jelas mengatakan tidak sanggup mengurus,” ungkap RT itu.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, ada salah satu satu anaknya yang lebih perhatian, tapi kondisinya sedang kesulitan, dia baru kecelakaan kabarnya,” kata Idris.

“Jadi kami bingung juga. Mudah-mudahan dengan bersama berbagai pihak terkait baik dari pihak Purwakarta, juga pihak dari Bandung, dapat melayani warga ini agar lebih terurus dan mendapat perawatan lebih tepat sesuai yang dibutuhkan Pak Waslim,” pungkasnya

Laela (Tim)

Tinggalkan Balasan