Taruna Bhayangkara Dharma 59 Perkuat Komitmen Perlindungan Anak dan Perempuan Melalui Latja di Polres Sumedang

Oplus_0

Sumedang ||BI Sebagai Taruna Tingkat II Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma Akademi Kepolisian yang sedang melaksanakan Latihan Kerja (Latja) di Polres Sumedang, saya memperoleh kesempatan berharga untuk memahami secara langsung berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian di lapangan, termasuk penanganan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak serta perempuan.

Melalui kegiatan Latja ini, saya belajar bahwa penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum semata, tetapi juga mencakup perlindungan korban, pendampingan psikologis, pemulihan trauma, serta upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Anak dan perempuan merupakan kelompok yang harus mendapatkan perlindungan khusus. Oleh karena itu, diperlukan kehadiran negara melalui Polri yang responsif, profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi korban. Setiap laporan yang diterima harus ditangani secara cepat, tepat, dan penuh empati guna memberikan rasa aman serta keadilan bagi masyarakat.

Pengalaman selama Latja di Polres Sumedang semakin memperkuat pemahaman saya bahwa perlindungan terhadap anak dan perempuan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan.

Sebagai calon Perwira Polri, saya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kepedulian sosial guna memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam upaya melindungi anak dan perempuan sebagai generasi penerus bangsa.

“Bersama kita lindungi anak dan perempuan, wujudkan lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.”.ika

 

Tinggalkan Balasan