Buserindonews.com
CIKARANG UTARA – Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengusulkan pembangunan embung atau kolam retensi di kawasan industri Jababeka sebagai salah satu upaya mengurangi risiko banjir yang setiap tahun melanda wilayah tersebut.
Usulan itu disampaikan menyusul banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Desa Tanjungsari pada awal Januari 2026. Saat itu, banjir melanda puluhan desa di belasan kecamatan di Kabupaten Bekasi akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sejumlah aliran sungai.
Di Desa Tanjungsari, wilayah yang terdampak di antaranya Kampung Poncol RT 07/RW 04 serta Kampung Kaliulu RT 03, RT 04, dan RT 05. Banjir menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga, Herry Gunadi, didampingi Ketua RT 07/RW 04 Ahmad Apandi, mengatakan banjir telah menjadi persoalan yang berulang setiap musim hujan. Menurutnya, selain dipengaruhi curah hujan yang tinggi dan luapan Sungai Kaliulu, kondisi sistem drainase juga dinilai perlu mendapat perhatian.
“Setiap tahun kami menghadapi banjir. Selain aktivitas masyarakat terganggu, banyak warga yang mengalami kerugian materi karena rumah dan harta benda terendam air,” ujar Herry kepada awak media, Selasa (4/8/2026).
Herry menjelaskan bahwa pada 2013 sebagian warga direlokasi dari wilayah selatan rel kereta api ke bagian utara rel oleh pihak pengembang kawasan. Setelah itu, menurutnya, terjadi berbagai perubahan pembangunan di sekitar kawasan, termasuk pengembangan kawasan industri dan infrastruktur.
Ia menuturkan bahwa pelebaran alur Sungai Kaliulu dilakukan pada sisi selatan rel kereta api. Sementara itu, menurut pengamatannya, kapasitas saluran di sisi utara belum mengalami penyesuaian yang sama sehingga saat musim hujan debit air yang mengalir ke wilayah permukiman meningkat.
Selain itu, Herry menyebut adanya aliran tambahan dari wilayah lain yang bermuara ke Sungai Kaliulu turut menambah volume air ketika curah hujan tinggi.
“Warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Salah satu usulan kami adalah pembangunan embung atau kolam retensi di kawasan Jababeka agar limpasan air hujan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai,” katanya.
Menurut Herry, keberadaan embung dinilai dapat membantu mengendalikan debit air saat musim hujan, sebagaimana diterapkan di sejumlah kawasan lain di Kabupaten Bekasi. Meski demikian, usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat dikaji lebih lanjut oleh pemerintah daerah bersama pihak pengelola kawasan dan instansi terkait.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, bersama pengelola kawasan industri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta instansi terkait lainnya, dapat melakukan kajian komprehensif untuk mencari solusi penanganan banjir yang berkelanjutan sehingga dampak banjir di Desa Tanjungsari dapat diminimalkan pada masa mendatang. (Ics)
















