Koperasi Nelayan TPI Paljaya Dibentuk, Aspirasi Nelayan Jadi Bahasan Utama

Buserindonews.com

KABUPATEN BEKASI – Menindaklanjuti rencana pembentukan Koperasi Nelayan TPI Paljaya, sejumlah pihak menggelar rapat pembentukan kepengurusan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Rapat Pembentukan Koperasi Nelayan TPI Paljaya

Rapat tersebut dihadiri Kepala UPTD TPI Paljaya, Lutfi Hamdani, bersama jajaran, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi Yulia Legiana, penyuluh perikanan, tokoh masyarakat, serta perwakilan nelayan dari Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Babelan.

 

Kegiatan dipimpin oleh Yulia Legiana. Selain membahas pembentukan kepengurusan koperasi, forum tersebut menjadi ruang bagi para nelayan untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam pembahasan, muncul harapan agar keberadaan TPI Paljaya ke depan tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas pelelangan hasil tangkapan nelayan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan yang memiliki potensi wisata perikanan. Hal tersebut mengingat lokasi TPI Paljaya berada tidak jauh dari kawasan wisata Jembatan Cinta.

 

Sejumlah nelayan kemudian menyampaikan persoalan terkait akses menuju TPI, pendangkalan alur, kondisi lingkungan, hingga kebutuhan sarana pendukung usaha perikanan.

 

Perwakilan nelayan dari Kecamatan Babelan, Maji, mengeluhkan kondisi akses menuju tempat pelelangan yang menurutnya semakin sulit ditempuh akibat pendangkalan di Kali Muara.

 

Sementara itu, perwakilan warga Samudrajaya menyampaikan persoalan pendangkalan di kawasan Muara Karatan serta berharap adanya perhatian terhadap persoalan limbah di wilayah tersebut.

 

Keluhan serupa disampaikan Sanan, nelayan asal Desa Segarajaya. Ia mengatakan akses keluar-masuk perahu menuju TPI masih mengalami pendangkalan, terutama pada pagi hari ketika kondisi air sedang surut.

 

Selain persoalan alur, Sanan berharap persoalan pembuangan limbah di sekitar kawasan dapat menjadi perhatian dan ditangani sesuai ketentuan agar tidak mengganggu aktivitas nelayan maupun kondisi lingkungan.

 

Dari perwakilan nelayan Pantai Makmur, Samsur, menyampaikan kebutuhan sarana pendukung untuk pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, nelayan kerang hijau membutuhkan lokasi pengolahan, sementara komoditas rumput laut juga memerlukan gudang atau tempat transit.

 

Sementara itu, Ketua Koperasi Nelayan Kabupaten Bekasi, Abdul Rohman, turut menyampaikan aspirasi terkait akses keluar-masuk perahu nelayan. Ia mengatakan kondisi alur saat ini dinilai menyulitkan nelayan karena terdapat sejumlah patok yang berpotensi membahayakan perahu.

 

Menurut Abdul Rohman, kondisi tersebut juga berdampak terhadap biaya operasional nelayan karena jarak tempuh perahu menjadi lebih panjang.

 

“Kalau dulu untuk keluar masuk cukup menggunakan sekitar satu liter BBM, sekarang pengeluarannya bertambah karena alurnya berubah. Kami berharap dapat dibuatkan alur khusus bagi nelayan yang lebih aman dan jelas. Beberapa nelayan pernah menabrak patok hingga perahunya mengalami kebocoran,” ujar Abdul Rohman.

 

Tokoh penggerak masyarakat pesisir utara, Samsuri, turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi masyarakat nelayan di wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi.

 

Menurutnya, diperlukan perhatian dan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk mendukung peningkatan taraf perekonomian masyarakat nelayan.

 

“Kami berharap ada perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan terhadap masyarakat nelayan pesisir utara Bekasi. Bukan hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah provinsi dan kementerian terkait, khususnya dalam penyediaan sarana, akses, serta program yang dapat meningkatkan perekonomian nelayan,” ujar Samsuri.

 

Berbagai aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pembahasan bersama antara pemerintah daerah, pengelola TPI, koperasi, serta para nelayan untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

 

Pembentukan Koperasi Nelayan TPI Paljaya diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kelembagaan nelayan, meningkatkan akses terhadap pelayanan dan sarana usaha, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bekasi.

 

Ke depan, sinergi antara pemerintah, koperasi, nelayan, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mendukung pengembangan TPI Paljaya sebagai pusat aktivitas perikanan sekaligus kawasan yang memiliki nilai ekonomi dan potensi wisata bagi masyarakat.

(Icun Sanjaya / Red)

Tinggalkan Balasan