KSAD Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Cibarusah, TNI Bangun Ribuan Jembatan dan Sumur Air Bersih

Buserindonews.com

BEKASI, Buser Indonesia — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Ridho Manah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) siang.

 

Peresmian tersebut turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring. Dalam kegiatan itu, selain Jembatan Perintis Garuda, KSAD juga meresmikan sejumlah jembatan dan sarana air bersih yang dibangun TNI di berbagai wilayah Indonesia.

 

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI Angkatan Darat saat ini telah mengerjakan pembangunan jembatan di 3.008 titik. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 jembatan telah berhasil diselesaikan.

 

Menurut Maruli, pembangunan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah sehingga waktu penyelesaiannya berbeda-beda. Bahkan, dalam satu hari, pengerjaan dapat mencapai puluhan hingga hampir 100 titik jembatan.

 

“Jadi sebetulnya ke-2.500-nya itu mungkin sekitar 60 sampai 70 titik,” ujar Maruli saat memberikan keterangan di lokasi peresmian.

 

TNI Angkatan Darat menargetkan pembangunan jembatan terus diperluas hingga mencapai 5.000 titik di seluruh Indonesia pada 2026. Pembangunan tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan infrastruktur penghubung.

 

Salah satu hasil pembangunan tersebut adalah Jembatan Perintis Garuda di Cibarusah yang membentang di atas Kali Cilodong dengan panjang sekitar 80 meter.

 

Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Ridho Manah, terutama untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan wilayah pertanian. Kehadirannya juga diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian.

 

Sebelum jembatan permanen dibangun, warga setempat mengandalkan jembatan bambu sebagai akses penghubung. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.

 

“Biasanya pakai jembatan bambu. Berbahaya kalau lagi musim banjir. Ini penghubung permukiman dengan kawasan pertanian,” kata Koyah, warga Desa Ridho Manah.

 

Selain jembatan, KSAD juga meresmikan sarana air bersih di lokasi tersebut. Infrastruktur ini menjadi perhatian karena masyarakat setempat sempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dalam beberapa bulan terakhir.

 

Maruli menyampaikan, penyediaan sarana air bersih juga menjadi bagian dari program TNI untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah.

 

Secara keseluruhan, TNI telah membangun sekitar 3.000 titik sumur air bersih di seluruh Indonesia. Keberadaan sumur tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

 

Pembangunan jembatan dan sarana air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung peningkatan akses terhadap infrastruktur dasar sekaligus memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Icun Sanjaya / Red)

Tinggalkan Balasan