Buserindonews.com
BOGOR — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa Kabupaten Bogor.

Kegiatan GPM Istimewa tersebut berlangsung mulai 26 hingga 31 Agustus 2026 dan dilaksanakan di sejumlah titik yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bogor.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, puncak GPM Istimewa akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di dua lokasi, yakni Taman Pancakarsa, Pemda Cibinong, dan Pasar Petani Garuda, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memeriahkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Hal tersebut disampaikan Andri saat menghadiri kegiatan GPM Istimewa di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (28/8/2026).

Menurut Andri, GPM Istimewa dilaksanakan selama enam hari, mulai 26 sampai 31 Agustus 2026, dengan lokasi kegiatan yang tersebar di 12 kecamatan.
“Dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 26 sampai 31 Agustus 2026 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor,” ujar Andri.
Selain menghadirkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap pelaksanaan GPM.
Berdasarkan hasil sementara survei, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat sebesar 84,95 dan masuk dalam kategori sangat puas. Data tersebut diperoleh dari 583 responden, terdiri atas 399 perempuan dan 184 laki-laki.
Hasil sementara tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Namun, proses survei masih berlangsung dan dijadwalkan ditutup pada 31 Agustus 2026, sehingga hasil akhir masih dapat berubah.
Andri menambahkan, survei kepuasan masyarakat menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait program dan kegiatan di bidang ketahanan pangan.
“Survei ini penting bagi kami untuk mengetahui sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dan pelayanan dari kegiatan Gerakan Pangan Murah. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan ke depan,” kata Andri.
Melalui GPM Istimewa tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
GPM Istimewa juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pangan, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan di Kabupaten Bogor, khususnya dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (ICS / Red)
















