Daerah  

Warga Blora Buktikan Semangat Kemerdekaan Tak Harus Mahal

Blora ll buserindonews.com — Semangat masyarakat desa di Kabupaten Blora dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai tetap tinggi meski pemerintah desa tengah menghadapi kondisi efisiensi anggaran.

‎Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Suwiji, mengatakan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan di desa masih berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya kegiatan yang digelar secara swadaya dan mengedepankan gotong royong.

‎“Di tengah-tengah efisiensi anggaran untuk pemerintah desa, namun secara swadaya kegiatan-kegiatan peringatan hari proklamasi di daerah juga masih sangat luar biasa,” ujar Suwiji, Rabu (26/8/2026).

‎Menurutnya, masyarakat tetap aktif menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Mulai dari perlombaan, olahraga, jalan sehat hingga karnaval.

‎Suwiji mencontohkan kegiatan yang berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, tempat ia tinggal. Warga setempat menggelar lomba voli antar-RT yang diikuti kelompok bapak-bapak maupun ibu-ibu.

‎Selain itu, masyarakat juga merencanakan kegiatan jalan sehat sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

‎“Antusiasme masyarakat ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan menjadi penghalang untuk menumbuhkan semangat kemerdekaan. Justru gotong royong menjadi kekuatan masyarakat di desa,” katanya.

‎Suwiji menilai pemerintah desa memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat. Desa, menurutnya, menjadi garda terdepan dalam membentuk kebiasaan, karakter, serta menanamkan kecintaan terhadap tanah air.

‎“Kami berharap desa menjadi garda terdepan dalam rangka tetap membudayakan cinta tanah air, menumbuhkan nasionalisme, khususnya kaitannya dengan pemuda dan anak-anak,” ujarnya.

‎Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda, karang taruna, PKK, serta berbagai kelompok masyarakat dalam setiap kegiatan peringatan kemerdekaan.

‎Menurut Suwiji, pemuda tidak cukup hanya menjadi peserta, tetapi juga perlu mengambil peran sebagai penggerak kegiatan dan turut mengembangkan potensi yang ada di desa.

‎“Merekalah nanti yang kita serahkan tongkat perjuangan ke depan. Bagaimana mereka dari awal sudah memahami rasa nasionalisme dan menumbuhkan sifat pemberdayaan di kalangan mereka di desa,” jelasnya.

‎Di tengah keterbatasan anggaran, kegiatan peringatan HUT ke-81 RI juga dinilai menjadi momentum untuk memaksimalkan potensi masyarakat melalui swadaya dan gotong royong.

‎“Bagaimana memaksimalkan potensi-potensi yang ada, swadaya ataupun gotong royong masyarakat. Sehingga rasa nasionalisme ini sebagai golnya bisa terwujud,” imbuhnya.

‎PMD Blora Gelar Lomba 4T

‎Semangat memeriahkan HUT ke-81 RI juga dilakukan di lingkungan Dinas PMD Kabupaten Blora. Sejumlah perlombaan internal digelar untuk mempererat kebersamaan antarpegawai.

‎Salah satunya lomba memasak yang diikuti antarbidang dan sekretariat. Uniknya, peserta ditantang mengolah bahan makanan sederhana berupa tahu, tempe, telur, dan terong yang disebut Suwiji sebagai menu “4T”.

‎Selain lomba memasak, PMD Blora sebelumnya juga menggelar sejumlah permainan sederhana, seperti estafet air, estafet tepung, dan estafet balon air.

‎Untuk memberikan apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan hadiah berupa snack.

‎Menurut Suwiji, rangkaian kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong dalam memperingati kemerdekaan.

‎Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di desa-desa Kabupaten Blora, sehingga nilai nasionalisme dan gotong royong tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Angga

Tinggalkan Balasan