Daerah  

MGMP PJOK SMP KAB. REMBANG MENGADAKAN IHT GURU BELAJAR

REMBANG || – buserindonews.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Kabupaten Rembang menggelar In House Training (IHT) Guru Belajar selama tiga hari, mulai 17 s/d 19 September 2026. Kegiatan dipusatkan di Aula SMP Negeri 2 Pamotan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan bertajuk _”In House Training (IHT) Guru Belajar MGMP PJOK SMP Kabupaten Rembang”_ ini mengusung tema _”Penguatan Kompetensi Guru PJOK melalui Pembelajaran Kolaboratif, Reflektif, dan Berorientasi pada Kebutuhan Peserta Didik.”_

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Ketua MKKS SMP Kabupaten Rembang, Kepala Sekolah Koordinator PJOK, Pengawas SMP, Pengurus MGMP PJOK SMP, serta seluruh guru PJOK SMP se-Kabupaten Rembang.

Ketua Panitia, Ardi Prasetyo, S.Pd menjelaskan bahwa IHT ini menjadi wadah strategis bagi guru untuk saling belajar.

> “Tujuan kegiatan ini sebagai wadah pengembangan kompetensi guru PJOK melalui kegiatan bersama, diskusi, berbagi praktik baik, refleksi, dan tindak lanjut pembelajaran,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MGMP PJOK SMP Kabupaten Rembang, Nugroho Yuniawan T, S.Pd, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini untuk peningkatan mutu guru.

“IHT semacam ini sangat bermanfaat bagi guru PJOK terutama untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru PJOK sehingga mendorong guru untuk menghasilkan perangkat dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing,” tandasnya.

Adapun materi IHT yang disampaikan selama tiga hari meliputi tujuh agenda utama, yaitu: (1) Penguatan peran dan profesionalisme guru PJOK dalam pembelajaran; (2) Deep Learning dan perencanaan pembelajaran PJOK yang berpihak pada peserta didik; (3) Strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan bermakna serta berbagi praktik baik; (4) Pengembangan asesmen pembelajaran PJOK dan refleksinya beserta evaluasi; (5) Penyusunan rencana tindak lanjut pengembangan kompetensi guru; (6) Pengembangan modul ajar PJOK; dan (7) Pembelajaran inklusi dalam PJOK.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Salah satu peserta, Joko Priyadi, S.Pd, berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin.

“Saya berharap kegiatan IHT bisa dilaksanakan tiap tahun sekali agar profesionalisme para guru PJOK di Kabupaten Rembang lebih meningkat,” harapnya.

Dengan terselenggaranya IHT ini, MGMP PJOK SMP Kabupaten Rembang berkomitmen untuk terus mendorong guru PJOK menjadi lebih profesional, adaptif, dan inovatif dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Anwar

Tinggalkan Balasan