Polres Sumedang Bekali Pelajar SMA Yadika Tanjungsari Paham AI, Dorong Generasi Muda Cerdas dan Bijak di Ruang Digital

Sumedang ||BI Polres Sumedang kembali melaksanakan Program Quick Win 9.2 Pelatihan Paham AI bagi pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Kali ini kegiatan digelar di SMA Yadika Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Rabu (23/9/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.10 WIB tersebut dipimpin Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, S.H., M.H., bersama Tim Trainer Utama Paham AI Polres Sumedang dan diikuti sebanyak 60 siswa/i kelas XI dan XII SMA Yadika Tanjungsari.

 

Turut hadir Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Sumedang IPDA Irfan Fauzi, S.H., Kaur Mintu Sat Lantas Polres Sumedang IPDA Yulia Yusnita Rachman, S.H., Kepala SMA Yadika Tanjungsari Hj. Sukma Yulianti, M.Pd., serta para guru pembimbing.

 

Dalam pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan materi yang dikemas secara interaktif, diawali dengan “Cerita Jeda”, kemudian dilanjutkan dengan empat modul utama, yakni Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, dan AI Prompts.

 

Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembentukan Komunitas Cyber Pelajar SMA Yadika Tanjungsari sebagai wadah untuk mengembangkan literasi digital serta mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, aman, produktif, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

 

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, S.H., M.H. mengatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman dan etika digital, khususnya di kalangan generasi muda.

 

“Artificial Intelligence saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Karena itu, melalui Paham AI kami ingin para pelajar tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bijak, aman, beretika, dan bertanggung jawab,” ujar AKP Awang.

 

Menurutnya, AI dapat memberikan manfaat besar bagi pelajar apabila digunakan sebagai sarana pendukung untuk belajar, mencari ide, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya positif.

 

“AI hendaknya menjadi alat bantu untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir. Para siswa harus tetap kritis terhadap setiap informasi yang diperoleh, melakukan verifikasi, serta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” jelasnya.

 

Materi Fighting Hoax with AI juga diberikan untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap berbagai bentuk informasi palsu dan konten manipulatif yang berkembang di ruang digital.

 

Sementara melalui materi AI Prompts, siswa diperkenalkan dengan cara memberikan instruksi kepada sistem AI secara jelas, terarah, dan sesuai kebutuhan agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

 

AKP Awang menambahkan, pembentukan Komunitas Cyber Pelajar diharapkan menjadi sarana keberlanjutan program di lingkungan sekolah.

 

“Harapannya, para siswa yang telah mengikuti Paham AI dapat menjadi bagian dari budaya digital yang positif di sekolahnya. Gunakan teknologi untuk belajar dan berkarya, serta bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat dan bermanfaat,” ungkapnya.

 

Pelaksanaan Program Quick Win 9.2 Paham AI merupakan bagian dari upaya Polres Sumedang dalam meningkatkan literasi digital generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memahami tanggung jawab dalam penggunaannya.ika

Tinggalkan Balasan