PRABUMULIH — Watch Relation of Corruption (WRC) Unit Kota Prabumulih menyoroti standar ganda dan ketidaktegasan Pemerintah Kota Prabumulih dalam merespons bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kian memprihatinkan.
Ketua WRC Unit Kota Prabumulih, Pebrianto, menilai ada inkonsistensi nyata dalam penegakan kebijakan perlindungan masyarakat di tengah lonjakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang telah menyentuh kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.
Di satu sisi, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah cepat dengan memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi siswa TK, SD, hingga SMP guna melindungi anak-anak dari paparan kabut asap. Agenda resmi daerah seperti karnaval pembangunan dan parade mobil hias juga ditunda demi alasan keselamatan umum.
Namun di sisi lain, WRC Prabumulih menemukan fakta lapangan berupa tetap beroperasinya hiburan pasar malam di area terbuka yang memicu kerumunan warga dan anak-anak di tengah kepungan asap pekat.
Ketua WRC Unit Kota Prabumulih Pebrianto menegaskan bahwa kebijakan pencegahan dampak kabut asap seharusnya berlaku holistik dan tanpa tebang pilih. Jika aktivitas pendidikan dan agenda daerah dibatasi demi alasan keselamatan jiwa, maka izin operasional kegiatan keramaian komersial di ruang terbuka seperti pasar malam semestinya turut dievaluasi dan diawasi secara ketat oleh instansi berwenang, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja.
Pebrianto menambahkan, WRC Kota Prabumulih mendesak Wali Kota beserta jajaran terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Penegakan aturan dan imbauan kesehatan tidak boleh berhenti pada sektor formal semata, melainkan harus menyasar seluruh kegiatan publik yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Sebagai lembaga kontrol sosial, WRC Unit Kota Prabumulih menegaskan akan terus mengawal kebijakan Pemkot Prabumulih agar senantiasa berorientasi pada keselamatan dan kemaslahatan masyarakat luas secara konsisten serta berkeadilan.
Red
















