GELAR KEGIATAN KELAKAR SANTAI, PGRI DAMAR INGIN TEKAN PERNIKAHAN USIA ANAK

 

Beltim || buserindonews – Berangkat dari keresahan para guru  akan maraknya kenakalan remaja  yang berujung pada pernikahan usia anak. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Damar menggelar kegiatan  Kelakar Santai (Kesan) dengan tema  “Dampak Pernikahan Usia Anak, Kenakalan Remaja, dan Solusi Pecegahan”, Kamis (16/12) di gedung MPB Damar.

Ketua DPC PGRI Damar,  Ruwah Subekti mengatakan  faktor yang mengakibatkan hal tersebut  terjadi adalah kebebasan yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya “Dengan gadget yang mereka miliki, mereka bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya melalui kanal-kanal media sosial dan tidak disaring terlebih dahulu sehingga mereka beranggapan semua yang ada di media sosial itu benar  dan mereka tiru yang buruk hingga terjadi pernikahan usia anak dan ini menjadi keresahan kita bersama” Kata Ruwah Subekti.

Untuk itu Ruwah mengatakan perlu bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mengurangi permasalahan ini “ Untuk itu kami mencoba menginisiasi kegiatan ini, mencoba bekerjasama dengan beberapa pemangku kepentingan dalam hal ini kalangan pengajar, kami juga mohon dukungan Pemerintah Daerah dan organisasi kepemudaan” tambah Ruwah Subekti.

Dirinya mengaku ada PR (Pekerjaan Rumah-Red) yang belum bisa dikerjakan oleh para pengajar mengenai permasalahan ini, untuk itu perlu bersinergi dengan organisasi kepemudaan untuk mengedukasi para orang tua, karena peran orang tua sangat penting untuk mencegah pernikahan dini.

“Kegiatan ini merupakan kontribusi kami DPC PGRI Damar untuk ikut berpartisipasi membantu Pemerintah Daerah dalam mencegah kenakalan remaja dan pernikahan usia anak” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Partono yang membuka kegiatan mewakili Bupati Belitung Timur mengatakan bahwa pernikahan usia anak sangat bertentangan dengan usaha Pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan. Faktor yang menjadi penyebab penikahan di usi anak ini  adalah bidang sosial, “Anak-anak kita banyak yang tidak terkontrol dalam pergaulan yang menyebabkan anak-anak ini melakukan hal-hal seperti itu (Pernikahan Dini-Red)” Ujar) Partono  yang menyebut hal ini sebagai tantangan Pemerintah Daerah.

Partono menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah terus mendukung usaha-usaha bersama dalam menyelesaikan masalah ini. “Kita Minta Kerjasama tidak hanya dalam dunia Pendidikan tapi praktisi praktisi lain harus peduli dengan permasalahan ini” ujarnya.

“Saya berharap melalui kegiatan ini paling tidak dapat menekan angka putus sekolah dan pernikahan usia anak, semoga kegiatan seperti dapat terus terlaksana secara berkesinambungan” Pungkasnya. ( Suryadi / Geri. )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *