Purwakarta || buserindonews.com – Adanya pembangunan proyek strategis nasional, salah satunya proyek Kereta Api Cepat Indo Cina (KCIC), dimana salah satu faktor untuk berjalannya sarana ini adalah adanya suply tenaga listrik.
PLTA Cirata melalui PT. PLN Bandung UIP JBT – UPP JBT 2, diberikan mandat untuk mensosialisasikan terakait program proyek jaringan listrik sutt, kepada warga masyarakat disemua desa yang terlewati oleh jaringan listrik bertegangan tinggi (sutt).
Salah satu wilayah di Kecamatan Plered yang terlewati jalur ini adalah Desa Gandasoli Kec.Plered Kab.Purwakarta Jawa Barat.
Dari hasil pantauan kami Red BI Biro Purwakarta, di Aula Desa Gandasoli, rabu 16/02/2022 pada rapat Sosialisasi Kompensasi ROW Pembangkit SUTT 150 KV Padalarang Baru – Padalarang Baru II Walini – Cirata, sebagai prosedur yang harus ditempuh sesuai SOP.
Adapun kegiatan tersebut melibatkan beberapa steakholder, yaitu dari team pihak PT. PLN Padalarang Bandung, untuk menyampaikan maksud dan tujuannya pada pertemuan sosialiasi tersebut, mekanisme sosialisasi ini disampaikan oleh Aam.
Kemudian dari pihak Pemdes Desa Gandasoli Kec.Plered Purwakarta, yang dihadiri langsung oleh Kepala Desanya yaitu H.Dahyar Wiguna, beserta jajarannya, dari pihak Muspika Kec.Plered yang dihadiri langsung oleh Camat Kec.Plered Asep Sandjaja, S.IP, Kapolsek Plered Kompol Winarsa, SH, juga dari Danramil Koramil 1902, Kapten Arm Rambut. hadir pula Bhabinmas dan Bhabinkamtibmas, juga para pengurus karang taruna ikut andil hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, begitupun dari warga masyarakat terdampak sangat antusias menyimmak penjelasan dari nara sumber, khususnya yang yang tanahnya terkena proyek pembangunan tower dan dilewati oleh lintasaan jaringan kabel listrik Sutt dimaksud.
Dari apa yang disampaikan oleh Aam kepada semua peserta rapat yang hadir ada beberapa point yang kami tangkap diantaranya.
“Kegiatan sosialisasi ini adalah bagian dari schedule program pemerintah pusat untuk mendukung proyek strategis nasional yang regulasi payung hukumnya sudah jelas, kemudian PT. PLN Bandung ditunjuk yang salah satu tugasnya mensosilisakan kompensasi ini kepada masyarakat secara bertahap”, pungkasnya.
Kemudian pada sesi berikutnya ada sesi tanya jawab, dan warga pada umumnya memahami apa apa yang sudah disampaikan oleh pihak nara sumber, kalaupun ada yang tidak dipahami terkait sosialisasi ini, peserta rapat diberikan kebebasan untuk bertanya yang ada kaitannya dengan hal tersebut, dan nara sumber memnjawab setiap pertannyaan yang dilontarkan warga dan dari pihak lainnya, termasuk ada beberapa pertannyaan juga yang disampaikan langsung oleh Asep Sandjadja selaku Camat Plered ke pihak nara sumber.
Saat kami tanyakan kepada Kades Gandasoli melalui Sekdes Gandasoli Plered Purwakarta, terkait diadakan kegiatan rapat sosialisasi ini Yudi menuturkan”, perlu kami sampaikan atas nama pemerintahan Desa Gandasoli bahwa kegiatan ini setelah terjadinya pembebasan tanah/lahan warga yang terkena pembuatan tower, dimana sudah ada komunikasi yang baik dengan pihak PT.PLN, supaya pada pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar pada tindak lanjut berikutnnya, serta sebagai dukungan kami pada proyek strategis nasional.
Selajutnya akan ada 2 kali lagi sosisasi sampai pada tahap pembayaran kompensasi kepada warga masyarakat yang terdampak, utamanya yang terkena jalur jaringan listrik SUTT, adapun untuk nilai kompensasi akan disampaikan pada pertemuan sosialisasi berikutnya, yang penting harapan kami tidak ada yang dirugikan dan semua pihak bisa menerimanya, kemudian untuk pembayaran tanah khusus buat tower sudah dilakukan sebelumnya langsung dari pihak PT.PLN Kepada warga yang tanahnya untuk pembangunan tower penyangga kabel jaringan listrik SUTT, dimana wilayah kami hanya ada 3 titik tower، yang diperkirakan jarak antara tower yaitu 350 meter”, pungkasnya. (Saepul Bahri, S.Ag/Dedi Heryadi)
















