Masjid Jami Al Istiqomah Rawajaya Peringati Haflah Hauliyah Syekh’ Abdul Khodir Al- Jaelani 1444 H

Cilacap || buserindonews.com – Haul merupakan suatu tradisi masyarakat muslim untuk memperingati hari kematian seseorang dan seperti Haul Ulama Fiqih terkemuka Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang banyak digelar di sejumlah daerah.

Tokoh ulama yang sangat dihormati dan dianggap sebagai Wali dalam dunia tarekat dan sufisme.

Dalam kaitan tersebut, di Masjid Jami Al Istiqomah Rawajaya Kecamatan Bantarsari memperingati Haflah Hauliyah Syekh’ Abdul Khodir Al- Jaelani 1444 Hijriyah Tahun 2022.

Memperingati adalah salah satu dari mencintai, Syekh Abdul Qodir Al- Jailani adalah sosok waliyullah dengan berbagai karomah mutawatir yang namanya masih terus ditawasuli/ di doa’kan jutaan umat hingga kini, Jasadnya barangkali tak lagi bersama dengan kita, namun kisahnya masih santer terdengar di majlis-majlis.

Makam beliau masih terus diziarahi ratusan orang setiap harinya, tak hanya itu, haul beliau pun tiap tahun masih terus diperingati, seperti yang di peringati di Masjid Jami Al Istiqomah Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari, Sabtu 12 Nopember 2022.

“Dalam pelaksanaan tersebut ratusan jamaah, santriwan – santriwati dan para tokoh agama, ulama setempat berbaur mengumandangkan solawat”.

Ketua Panitia penyelenggara menjelaskan, bahwa kami mengajak seluruh jama’ah dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan peringatan haul Syekh Abdul Qadir Al- Jailani 1444 H tahun 2022 M, sebagai momentum untuk meningkatkan amal ibadah serta memantapkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman pada diri kita, serta memperkuat komunikasi sosial dan jalinan silaturrahmi antar masyarakat,” kata Saefurohman

Serangkaian acara diantaranya
Pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al- Jailani oleh Simbah K.H Ahmad Dumairi, Lantunan Ayat Suci Al Qur’an oleh Ustadz M. Rofiq dari Cilacap (Pertamina),
Khataman Thoriqoh Qodiriyyahwan Naqsabandiyah, serta acara di akhiri dengan Pengajian/
Mauidhoh Hasanah oleh KH Zuhrul Anam (Leler- Banyumas) menyampaikan kisah perjalanan Syekh Abdul Qodir Al- Jaelani.

 

(Masmun Aris Munandar)

Tinggalkan Balasan