Berkah Jualan Aneka Makanan Mimin Menarik Sesama Perempuan Menghidupi Keluarga

Purwakarta || BI – Dari usaha keliling kecil-kecilan, menjajakan aneka makanan termasuk aneka macam nasi khas masakan Mimin (55) ke berbagai tempat ada berkahnya perlahan meningkat dari waktu-waktu menarik sesama Perempuan menghidupi keluarganya dari berjualan. Hal tersebut di akui Mimin di tempat jualannya, sebrang Dealer Honda Kumala Karawang, Cipaisan, Purwakarta, Jawa Barat, kepada media, Rabu (15/2/2023)

Ani dan Mimin

Salah seorang yang berjualan dengan Mimin ada yang baru 8 bulan, Ani (42) seorang ibu rumah tangga mantan Pegawai Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara sebagai Asisten Majikan asal Timur Tengah bertugas menyiapkan keperluan pribadi tuannya di perjalanan dan tempat tujuan ke berbagai Negara, Ani mendampingi dan membantu saat perjalanan tugas kerjanya termasuk ke Amerika dan Cina kini memilih pulang dan ikut bekerja dengan Mimin mengaku senang, bisa belajar banyak dari Mimin mencari nafkah di negara sendiri tidak kalah menarik.

Siti, Mimin dan Titin

Semakin banyak pembeli langganan setia yang selalu menunggu kedatangannya atau datang langsung ke tempat-tempat jualannya, baik di Kuliner Purnawarman Purwakarta, Cipaisan di sebrang Dealer Kumala Karawang dan tempat jualan lainnya, selain itu banyak pelanggan melalui berbagai pasilitas elektronik atau menghubungi Mimin di Nomor Handphone (Hp) 0878 4464 0976 meminta dikirim makanan pesanannya.

Mimin

Selain mantan PMI tersebut ada beberapa ibu rumah tangga lainnya yang sama-sama ikut dan berjualan dengan Mimin. Siti 35 mengaku senang membantu suami mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga, baik keperluan anak-anak dan keperluan lainnya, selain belajar memasak khas Mimin, Siti belajar memperkuat mental dengan jualan keliling, selain dapat penghasilan, Siti belajar mengenal berbagai karakter pembeli dari berbagai kalangan.

Mimin dan Titin

Selain mereka ada Titin (45) biasa mangkal di Kuliner Purnawarman Purwakarta dari Sore sampai Malam hari berjualan aneka makanan khas buatan Mimin yang terkadang dalam poses pembuatan makanannya di bantu para ibu-ibu rumah tangga tersebut, banyak wanita dewasa butuh pekerjaan untuk mendapatkan sekedar makan keluarga atau tambahan membantu suami guna memenuhi keperluan sehari-hari.

Titin dan Siti

Diantara para wanita yang sama-sama mengolah berbagai macam masakan khas Mimin tersebut semuanya mengaku, senang dalam pelaksanaan kerja selama ini, suka duka pasti ada, itu semua pengalaman dalam hidup yang harus disyukuri, masih banyak orang sangat lebih susah dari kita-kita saat ini dengan berbagai kondisi yang harus dicarikan solusi, dengan bersama peduli akan banyak saudara kita yang dalam kesulitan terbantu lebih ringan.

Harapan kedepan, pemerintah memberi sarana prasarana belajar untuk wanita terutama wanita dewasa atau mereka yang dengan keterbatasan di carikan solusi agar tetap bisa menanam yang menghasilkan, baik itu kuliner, perdagangan lainnya, pertanian, peternakan dan lain sebagainya yang bisa menghasilkan sehari-hari.

“Selain bisa baca tulis, kami juga perlu pembinaan dan bimbingan dalam usaha yang aman dan nyaman, menjaga kemungkinan semakin banyaknya wanita kita yang bekerja ke luar negara tanpa perlindungan yang jelas, seperti banyak dialami wanita kita sejak lama, contohnya tidak jadinya para wanita ke luar negara karena di duga akan dipekerjakan secara ilegal (tanpa izin) yang beresiko jika dipaksakan,”ungkap Titin nelangsa

Terlebih tidak memiliki keahlian atau melanggar lainnya seperti pemalsuan data pribadi, ada yang usianya di mudakan atau dituakan dengan berbagai kasus menyedihkan, penderitaan mereka banyak terdengar disamping wanita yang sukses, ibarat judi bisa beruntung bisa juga mengalami hal yang tidak diinginkan dan menyedihkan kepanjangan.

Tidak bisa menyalahkan satu persatu, tapi mari bersama perbaikan sistem guna kesejahteraan lebih merata, baik buat kita dan baik buat sekitar kita dimanapun, dengan bersatu belajar hidup dalam keseharian gotong royong, yakin generasi kita tidak akan terlalu beresiko lebih parah lagi kemudian hari.

Dukung wanita mandiri berkarya, keluarga terbantu terutama-tama anak-anak lebih tertata, berdampak lebih sedikit cemburu sosial seperti yang selama ini terjadi, sehingga ada yang terpaksa meminjam kepada rentenir atau lintah darat yang tidak semua selalu bijak dengan keadaan peminjam, akhirnya banyak peminjam mengeluh terlalu berat berbunga tinggi, bisa berlipat- lipat dari pokoknya terus berkembang.

Hidup di rumah tidak tenang setiap kali rentenir datang menagih, itu fakta, jangan heran ada wanita terpaksa meninggalkan keluarga untuk sekedar kerja cari uang agar bisa bayar hutang, karena pengetahuan hukum yang minim atau beratnya usaha guna mendapatkan penghasilan, terkadang besar pasak dari pada tiang (banyak pengeluaran sedikit penghasilan) lama-lama ada yang lebih kesulitan.

Selain pentingnya belajar mandiri, diharapkan bisa disiplin lebih berkualitas, gaya hidup sederhana, berkarya, tetap semangat belajar dan peduli untuk diri pribadi, keluarga atau sesama yang lebih luas baik itu teman, kenalan atau siapapun yang kita ketahui perlu dukungan atau bantuan semampu kita bisa.

Laela/Team

Tinggalkan Balasan