Blora ll buserindonews.com – Kepala Rutan Kelas IIB Blora, kanwil kemenkumham, Jawa tengah, menggelar serah terima jabatan, dan lepas sambut pejabat lama dengan pejabat baru.
Dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tersebut, Kepala Rutan Kelas llB Blora Tri Joko Wiyono digantikan oleh Budi Hardiono, yang berlangsung di Aula Hanoman Rutan Blora, Jumat (27/10/2023).
Acara di awali dengan penyerahan tanda kehormatan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
kemudian dilanjutkan sambutan dari Yowan, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Beliau memberikan kata sambutan berupa salam perpisahan kepada Karutan lama dan ucapan selamat datang kepada Karutan baru.
Selanjutnya, KA KPR Rutan yang lama, Soni Nevridiyanto juga mengucapkan. “Selamat kepada Kepala Rutan Blora yang baru, serta yakin, nantinya Karutan baru dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya di Rutan yang kita cintai ini,” ucap Soni.
Dalam kesempatan itu, Tri Joko Wiyono dalam sambutan perpisahan tersebut mengucapkan, “Terimakasih banyak kepada seluruh jajaran petugas Rutan Blora, atas kerjasama yang baik selama ini di Rutan Blora, dan saya berharap semoga tali silaturahmi tetap terjaga, dan kedepannya Rutan Blora semakin bergelora,” ucap Tri Joko.
Perlu diketahui, Tri Joko Wiyono beralih tugas ke pemasyarakatan Lapas kelas llB Klaten, dan Budi Hardiono sebelumnya menjabat kepala lapas kelas lll Labuha, Maluku Utara. Beralih tugas Menggantikan Tri Joko Wiyono di Lapas Kelas llB Blora.
Selanjutnya, Tri Joko Wiyono berpesan, untuk di lapas yang sudah tertata rapi untuk ditingkatkan, dan staf di keamanan juga harus ditingkatkan.
Suasana penuh haru dan kehangatan terpancar di Lapas Kelas IIB Blora pada saat digelar acara pisah sambut, Kepala Rutan Kelas llB Blora.
Untuk selanjutnya, Budi Hardiono dalam sambutannya menyampaikan, “Terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini, yang hangat dan meriah,” ucap Budi Hardiono.
Disinggung terkait tugas dan sistem kinerja apa yang akan dilakukan di lapas blora, dalam hal pelayanan agar meningkat, Budi Hardiono menjelaskan bahwa, yang jelas napi-napi bukan dari objek tapi sebagai subjek.
“yang artinya, narapidana itu mempunyai hak, dan hak mereka akan kami penuhi, dan juga aspirasi – aspirasi mereka akan kami tampung. Seyogyanya antara narapida dan pegawai harmonis di rutan Blora ini.” Jelas Budi Hardiono.
Beliau juga menegaskan, berkomitmen untuk memajukan Rutan Blora, serta melanjutkan dan meningkatkan sinergitas Rutan Blora dengan semua pihak, demi kemajuan Rutan Blora.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini, menjadi sebuah peristiwa bersejarah, dengan ucapan terima kasih, harapan, dan semangat untuk masa depan yang lebih cerah.
















