Blora ll buserindonews.com – Dalam proses rekrutmen di PT Blora Patra Energi (BPE) dan Perusahaan Umum Daerah Blora Wira Usaha (PERUMDA BWU), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora saat ini membuka lowongan pekerjaan (Loker).
Dalam proses rekrutmen tersebut, saat ini ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat Blora, bahwasannya bupati sudah mempunyai calon sendiri. Jadi terkait hal ini menjadi perhatian khusus dari Pimpinan LSM Jembar Yayun.
Terkait hal itu Pimpinan LSM Jembar Yayun serta dengan tokoh masyarakat, juga dengan beberapa media datang dan berbincang-bincang langsung dengan Bupati Arief Rohman, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora. Selasa (19/3/24).
Yayun sebagai Pimpinan LSM Jembar mengatakan untuk calon yang diterima Putra Daerah yang harus diutamakan.
“Dalam proses penjaringan Direktur BPE ini sering rembukan bolak balik, satu harus putra daerah, yang ke dua syaratnya bisa tidak sedetail sesuai aturan, karena apa, begini maksud saya. S1 nya tidak harus mesti pertambangan atau minyak. Bisa tidak untuk itu, tetapi ya minimal punya pengalaman kerja di bidang perminyakan di wilayah Blora, minimal 5 tahun atau maksimal 10 tahun. Dari pada pintar tetapi dari luar daerah dan tidak punya pengalaman kan ya sama saja,” tutur Yayun.
“Yang Kedua penjaringan BWU, sampai saat ini kan ada kasus, karena apa sampai saat ini belum ada laporan neraca tahunan. Dan untuk penjaringan ini, pengurus BWU paling tidak, yang jelas dari Putra Daerah. Untuk aturannya punya pengalaman begini-begini ok, target ininya justru kalau dia wawancaranya, itulah yang harus diutamakan. Itu nanti untuk memunculkan jati dirinya sendiri, maksud saya begitu bapak,” ucap yayun.
Yayun menambahkan bahwa dia sempat berkomunikasi dengan Kabag perekonomian Puji, karena BWU bernaung di kabag perekonomian. “Satu membicarakan perusahaan di Bidang Badan Wira Usaha, dan ternyata sampai saat ini, perusahaan tersebut tidak sehat,” tutur Yayun.
“Isu yang beredar bahwa bapak bupati Arief Rohman sudah mempunyai calon sendiri, lhaa ini dari media, salah satunya yang kita calonkan,” kata yayun.
“Untuk tim seleksi BPE dan BWU tidak perlu di datangkan dari luar, kemaren kita kroscek untuk penjaringan mengeluarkan biaya sampai 60 juta dari BPE, dan untuk BWU 50 juta. Untuk yang mengetes dari sini saja, tidak perlu dari luar kota,” ucap Yayun.
Terpisah Bapak Bupati Arief Rohman menjelaskan bahwa untuk bacalon dari Putra Daerah, sangat-sangat mendukung.
“Silahkan mendaftar nanti ada tim independen yang ngetes, wawancara kan apabila sudah tiga besar. Nanti kalau yang mendaftar banyak nanti diseleksi, ada kompetisinya terus semua itu ada,” ucap Bupati Arief.
“Karena ada tes psikotes, psikologinya dan macam-macam, dan ada juga pihak konsultannya, dan semua itu sudah ditata, dan untuk anggarannya segitu. Untuk konteksnya pendaftaran dari Putra Daerah saya mendukung dan siapapun itu. Minimal ada target dalam satu tahun ini, harus ada. Apabila dalam satu tahun tidak ada target harus siap mundur, dan kinerja harus diukur.” Pungkas bupati Arief.
Perlu diketahui untuk syarat pendaftaran dan tata cara pendaftaran di PT BPE bisa klik bit.ly/bpe2024, dan untuk syarat pendaftaran dan tata cara pendaftaran di BWU klik bit.ly/bwu2024.
(Angga)
















