Blora ll buserindonews.com – Acara Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) RPJPD 2025-2045 dan RKPD 2025 Kabupaten Blora dilaksanakan di Graha Oktana PEM Akamigas Cepu, Kamis 28 Maret 2024.
Dalam sambutan pertama, Kepala Bappeda Blora, Ahmad Mahbub Djunaedi menyampaikan bahwa kegiatan rutin penyelenggaraan Musrenbang adalah rangkaian kelima dari pelaksanaan serap aspirasi dan usulan pembangunan mulai dari Desa, Kecamatan hingga Kabupaten yang sebelumnya juga telah dilakukan dalam konsultasi publik, yang dilaksanakan secara berjenjang dan terbuka.
Proses penyusunan perencanaan pembangunan hingga Musrenbang memuat masukan dari berbagai pihak. Salah satunya dari usulan masyarakat.
Menurutnya, usulan-usulan masyarakat terkait rencana pembangunan Blora masih didominasi infrastruktur.
Dalam sesi dialog dan tanya jawab di acara Musrenbang tersebut, terkait dengan jalan yang sudah dibangun Pemkab Blora. Pimpinan (LSM) Perwakilan Swadaya Masyarakat, Jembar Blora, meminta agar Bupati Arief Rohman tidak hanya memprioritaskan pembangunan jalan saja. Namun juga memperhatikan penerangan jalannya.
“Kami mengakui Pak Arief ini punya kelebihan dalam hal mencari anggaran ke Pusat untuk membangun infrastruktur. Bahkan dukungan pembangunan datang langsung dari Presiden yang hadir ke Blora tiga kali, sampai para menteri juga datang ke Blora. Namun kami ingin agar jalan-jalan yang telah dibangun bisa dipasangi lampu penerangan jalan. Sehingga tidak hanya dalan alus, banyu mili terus, tapi juga dalan padang,” ungkap Yayun.
Atas masukan itu, Bupati Arief langsung memberikan tanggapan. Pihaknya meminta agar dinas terkait menganggarkan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk jalan kabupaten, utamanya jalan poros kabupaten penghubung kecamatan.
“Kami sepakat, memang penerangan jalan juga perlu. Setelah jalan dibangun, sebaiknya penerangan jalannya ditata. Tolong dinas terkait untuk menganggarkan. Agar jalannya saat malam terang, meminimalisir gangguan kejahatan dan nyaman,” pungkas Bupati.
Dalam acara Musrenbang itu dihadiri 154 undangan, di antaranya dari Bappeda Provinsi Jateng, Kemendagri, Setda Blora, Organisasi Wanita atau Organisasi Masyarakat, Tokoh Agama, LSM, Wartawan juga Perguruan Tinggi serta kabupaten tetangga Blora.
(Angga)
















