Purwakarta || www.buserindonews.com – Mentri ATR BPN KH, Nusron Wahid beserta rombongan, Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB, dikawal oleh team patwal Polres Purwakarta juga turut serta pengawalan dari jajaran Muspika Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, antara lain Kapolsek Plered (AKP. Ali Murtadho, SH, beserta anggotanya diantaranya Bripka Budi M. Ilyas (Bhabinkamtibmas Desa Cibogogirang), Bripka Rudi Zulfitri, Sertu Ujang Sobandi (Babinsa), Serma Sarif (Babinsa).

Dalam kunjungannya KH.Nusron didampingi oleh Pimpinan Ponpes Al Mansyuriyyah (Ustadz.Abad Badruzaman), Ketua PCNU Kab. Purwakarta (KH. Anwar Nasihin), Pengurus PCNU Jabar (Dindin Ibrahim), Ketua Lembaga Wakaf PCNU Purwakarta (Cici Herdis). melakukan ziarah ke makom salah satu guru nya, yaitu Alm.KH.TB M. Bahrum adalah salah satu putra dari ulama besar Waliyullah Alm.KH.TB Mansyur RA, yang makamnya ada di Komplek Pesantren Al Mansyuriyyah pimpinan Al Ustadz Abad Badruzaman, beliau juga salah satu cucu dari KH.TB Mansur RA.

Adapun lokasi Makom tersebut ada di Kp.Pasir Peuteuy RT.17/06 Desa Cibogogirang Kec. Plered Purwakarta, berbatasan dengan Kp. Ciserang Desa Gandamekar Plered Purwakarta Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024).
Pada kesempatan lain setelah seusai melaksanakan kegiatan ziaroh KH.Nusron Wahid menyampaikan pada kami (red), Abah Haji Bahrum adalah sosok ulama kharismatik, dimana semasa hidupnya beliau banyak memberikan petuah petuah serta memberi bantuan apa yang dikuasainya apabila ada yang meminta pertolongan melalui keilmuan yang diperolehnya dari hasil menimba ilmu dari ayahandanya, dan juga ilmu yang didapat dari mengaji di pesantren.
Sebagaimana yang diajarkan oleh gurunya dengan tekun dan telaten mengikutinya, serta meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW, sehingga bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat, agar menjadi manusia yang bermanfaat untuk dirinya dan untuk orang lain hidupnya bisa mendapatkan ridho-Nya baik di dunia maupun akhirat. Sebagaimana yang ditunjukan contoh suri tauladan oleh sosok ayahandanya Alm. KH.TB Mansur RA, selain sebagai seorang pejuang (veteran) dalam mempertahankan NKRI, juga beliau sebagai ulama panutan, dimana sudah berjasa dalam syi’ar Islam, membantu kepada sesama yang membutuhkan pertolongan, dan karena beliau (Mbah H. Mansur) seorang waliyullah, atas qudrah dan iradah-Nya doanya selalu dikabulkan oleh Alloh SWT. Maka dari itu jejak perjuangan ayahandanya diikuti dan diteladani oleh beliau selaku salah satu anaknya (Alm. KH.TB.M Bahrum), walaupun melalui proses yang begitu panjang dan berliku, diawali dengan dengan niat untuk menimba berbagai disiplin ilmu agama Islam (kitab kuning) belajar di pesantren dan berguru untuk menimba ilmu agama Islam ke Mama Sempur.

Beliau adalah salah satu sosok seorang ulama kharismatik yang istiqamah, dan menjadi panutan semua kalangan karena keilmuan yang dimilikinya, sehingga bisa bermanfaat khususnya bagi santri santrinya umumnya bagi masyarakat atau siapapun yang meminta atau pertolongan, beliau tak pernah menolak, seperti pada masanya ada warga yang minta beliau untuk menyunati khuluf kemaluan anak laki-lakinya, karena beliau juga seorang bengkong (tukang nyunat/memotong ujung kulit khuluf pria), yang langsung keahlianmya itu diajarkan oleh ayahandanya, ada pula yang meminta diobati serta didoakan agar hajatnya terkabul, beliau hanyalah manusia biasa, hanya kepada Allah SWT lah beliau meminta pertolongan melalui doanya bemunazat kepada sang Khalik agar doanya dikabulkan serta bisa diberikan kemudahan dalam segala urusannya.
Beliau adalah sosok ulama yang sangat disegani dan dihormati di kalangan masyarakat.
”Beliau menjalani kehidupannya dengan istiqamah, keilmuan yang dimilikinya, selain sebagai seorang pensiunan juga sebagai guru ngaji, beliau juga seorang guru silat (Maenpo) yang diwariskan oleh ayahandanya, selebihnya beliau adalah seorang tokoh ulama kharismatik sekaligus sebagai tokoh spiritual, yang sudah banyak mengabdikan diri untuk kepentingan umat. ” Tuturnya.

Menurut Nusron, Ulama adalah salah satu bagian pilar kekuatan bangsa. Sebab, salah satu kekuatan dan tujuan berbangsa adalah terciptanya manusia yang berakhlak mulia melalui bakti diri membantu pemerintah ikut andil menjalankan amanah sebagai warga negara berdasarkan Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional seperti yang dicontohkan oleh para alim ulama.
“Bagian dari pilar bangsa itu diantaranya ada demokrasi, eksekutif, legislatif/parlemen, yudikatif, birokrasi, TNI, Polri, dan partai politik, seniman tapi selain itu kita juga perlu menempatkan Ulama sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, karena begitu besar kontribusinya untuk negri ini,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang kami (red) dapatkan bahwa, Alm. KH.TB M. Bahrum dari pernikahan yang pertama selama sekian puluh tahun sampai istrinya wafat selama berumah tangga tidak dikaruniai keturunan/anak, namun setelah menikah lagi dengan Hj.Ummi Kulsum seorang janda beranak satu, dari pernikahan tersebut, atas kuasa-Nya dikaruniai dua orang anak, sementara anak yang pertama seorang perempuan ( Siti Nur Azizah 28 Th, sudah menikah) dan yang kedua seorang laki-laki ( M. Anwar Bayumi 26 Th, perjaka ).
( Saepul Bahri, S.AG )















