Biaya Parkir RS Ananda Babelan Dikeluhkan, Keluarga Pasien Harus Bayar Rp222.000 Selama Tiga Hari

Buserindonews.com

Bekasi, Buser Indonesia – Biaya tarif parkir di RS Ananda, yang berlokasi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan oleh keluarga pasien. Pasalnya, selama tiga hari parkir sepeda motor, keluarga pasien dikenakan biaya hingga Rp222.000.

Salah seorang keluarga pasien, Syamsuri, mengaku terkejut saat mengetahui total biaya parkir yang harus dibayarkan ketika hendak keluar dari area rumah sakit pada Rabu (25/02/2026).

Ia menjelaskan, dirinya masuk ke RS Ananda pada 22 Februari 2026 menggunakan sepeda motor. Saat itu, sang istri terlebih dahulu tiba di rumah sakit sehingga kartu parkir member diberikan kepadanya. Syamsuri kemudian menyusul dengan membawa sepeda motor lain. Selama tiga hari berada di rumah sakit untuk menjaga anaknya yang dirawat, kendaraan tersebut tidak digunakan keluar masuk area parkir.

“Saya masuk tanggal 22 pakai motor. Istri duluan datang, jadi kartu member saya kasih ke istri. Saya nyusul bawa motor satu lagi. Selama tiga hari kami di sini, tidak ke mana-mana karena menjaga anak. Saat mau pulang hari ini, saya kaget lihat biaya parkir sampai Rp222.000. Saya bahkan tidak punya uang untuk membayarnya, jadi tidak bisa keluar,” ujarnya.

Syamsuri membandingkan tarif tersebut dengan biaya parkir di rumah sakit lain di wilayah Tarumajaya yang menurutnya jauh lebih terjangkau.

“Iya, kalau di Tarumajaya, di RS Hospital, biaya parkir satu hari hanya Rp10.000. Sedangkan di sini sampai Rp222.000. Bagaimana kami mau bayar, uang saja tidak ada,” keluhnya.

Sementara itu, Rey selaku Ketua Tim Parkir Shift 2 RS Ananda menjelaskan bahwa tarif parkir tersebut sudah sesuai dengan peraturan dari manajemen.

“Peraturannya sudah ada, untuk motor dikenakan tarif Rp3.000 per jam dan saat ini tidak ada batas maksimal. Dulu memang ada maksimal Rp30.000, sekarang sudah tidak ada. Perhitungan per jam berjalan terus. Terkait apakah Dinas Perhubungan mengetahui tarif ini, saya kurang tahu karena itu kebijakan dari pihak yayasan. Kami di sini hanya menjalankan tugas,” singkatnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RS Ananda, dan belum dapat di konfirmasi lebih lanjut terkait keluhan tersebut. (*/red/bobi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *