Dugaan Pungli Untuk Cairkan Sertifikasi dan Tamsil Oleh Operator Kecamatan Bakal Di Laporkan LSM TUAR BERSATU

Majalengka || buserindonews.com – Dugan pungli yang di duga dilakukan oleh ketua operator kecamatan Malausma kini menjadi sorotan salah organisasi kemasyarakatan yaitu LSM TUAR BERSATU.

Melalui humas LSM TUAR BERSATU Cecep buwek saat di wawancara, Saat ini pihaknya lagi mempersiapkan berkas untuk pelaporan dugaan pungli yang di lakukan oleh salah satu oknum ketua operator. “Kepada media Kamis 24/4/2025

“Saya meminta kepada Aparat penegak hukum agar supaya segera secepatnya dugaan ini di telusuri kebenaran nya, Apalagi mereka sudah dapat gajih dari pemerintah. Masa harus minta lagi kepada guru-guru untuk alasan operasional dan lain-lain. “Pintanya.

Dalam waktu dekat ini kami dari LSM TUAR BERSATU akan melakukan pelaporan terkait masalah ini, Kami juga akan berupaya melakukan surat tembusan kepada dinas pendidikan kabupaten Majalengka untuk menggelar Audensi. “Tegasnya

Sementara itu Dugan pungli tersebut sempat di beritakan dengan berjudul. “Diduga Ketua Operator Kecamatan Pungut Uang Untuk Cairkan Sertifikasi dan Tamsil”.

Beberapa guru PNS dan guru honorer mengeluhkan dengan adanya pungutan uang untuk biaya pencairan sertifikasi dan Tamsil.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, Dia mengatakan bahwa setiap mau ada pencarian dia harus memberi uang kepada ketua operator. Hal tersebut supaya sertifikasi dan Tamsil agar cepat cair dan mudah.

DN selaku ketua operator saat di konfirmasi melalui sambungan telepon nya. Pak memang betul adanya uang yang masuk dari setiap guru, Tapi uang tersebut kan untuk biaya fotocopy dan operasional kami sebagai operator dan perlu tau juga saya tidak pernah memaksa uang tersebut juga hanya kadeudeuh.

Sementara itu K3S SD kecamatan Malausma ketiak di mintai Keterangan sama melalui sambungan telepon nya. Pak menurut saya uang tersebut bukan untuk pribadi dia sebagai operator tetapi uang tersebut untuk operasional operator dan uang itu juga tidak di haruskan memberi kepada operator sepengetahuan saya uang tersebut hanya sekedar kadedeuh pak. “Pungkasnya. (Jon/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *