LSM TUAR BERSATU, Minta Kemenag Majalengka Tindak Tegas Oknum Kasek Yang di Duga Tampar Siswanya

Majalengka || buserindonews.com – LSM TUAR BERSATU, Angkat bicara dengan adanya viral nya pemberitaan yang di dalam isi pemberitaan tersebut ada salah satu oknum Kepala sekolah MI di Duga Tampar Siswanya sampai trauma tidak mau lagi sekolah di sekolah tersebut.

Melalui Humas DPP LSM TUAR BERSATU Asep Kana, pihaknya sangat menyangkan dengan atas ada perilaku yang di lakukan oknum Kepala sekolah MI tersebut apalagi siswa tersebut sampai trauma.

Kami sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat meminta kepada kepala Kemenag Majalengka jangan lah sampai persoalan tersebut di biarkan apalagi sampai tutup mata, Karena sekolah itu tempatnya untuk belajar bahasa maupun Agama, “Tegas Pintanya Asep Kana.

Sebelumnya juga hal tersebut pernah di beritakan dengan berjudul, “Miris!!! Diduga Kasek MI Tembong Tampar Siswanya Sampai Trauma”.

Lagi-lagi dan Lagi-lagi nama Kementrian Agama tercoreng lagi atas perbuatan salah oknum Kepala Sekolah MIS yang di Duga aniaya siswanya sampai pipinya merah.

Hal tersebut di ungkapkan orang tua muridnya anaknya yang sekolah duduk di bangku kelas 2 di sekolah MIS itu mendapatkan perilaku tidak senonoh oleh kepala sekolah nya.

“Awal kronologi kejadian anak saya bergurau dengan murid kelas 5 terus anak saya sampai nangis ga berhenti henti di pisah lah oleh Kepala Sekolah MI Gombong jadi seterusnya anak saya di bawa sambil di gusur tangannya oleh Kepala Sekolah di paksa di bawa ke kantor posisi di dalam ruangan kantor cuman ada Kepala Sekolah sama guru sama anak saya lalu anak saya betisnya di pukul dan Pipi anak saya di Kepret bahkan sampai menysiakan luka merah sampai-sampai Kepala Sekolah nya juga ngebegrag meja yang ada di kantor MI sampai pecah memakai tangan kepala sekolahnya, “Jelas Orang tua Murid Kepada media buserindonews.com.

Lanjut sumber. Untuk kejadian sudah 2 Minggu yang lalu bahkan anak saya sampai trauma tidak mau sekolah di MI itu saya dan istri saya sudah membujuk untuk sekolah lagi tapi anak saya sama sekali tidak mau sekolah lagi di sana dan pada akhirnya saya memilih untuk memindahkan anak saya ke sekolah SD.

Saya merasa kecewa dengan tindakan kepala sekolah tersebut kayak yang tidak punya etika sama sekali saya sudah mencoba ngobrol dengan Guru guru yang lain saya tidak akan mempersoalkan dan memperpanjang persoalan tersebut cuman saya minta satu kepada kepala sekolah itu anak saya tolong untuk di bujuk gimana caranya supaya mau lagi sekolah di MI itu.

Masih orang tua murid,Sampai saat ini juga Kepala Sekolah maupun pihak sekolah tidak ada basa basi sama sekali datang terhadap saya menyoal menanyakan anak saya. kemana atuh anak tersebut ga sekolah sekolah sudah aga lama.

Untuk kejelasan lebih lanjut kami awak media buseindonews.com melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah melalui sambungan chat WhatsAppnya.

“Baik pak. Terus terang kalau memukul sekalipun menyentil saya tidak pernah kecuali membawanya ke kantor karena anak tersebut nangis sambil membawa batu, sya takut batu tsb di lemparkan kepada teman nya, “Ujarnya 6/10/2023. (Key)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *