Cilacap || buserindonews – Acara adat dari jaman dulu sampai sekarang masih di budidayakan bukan hanya di daerah pedesaan bahkan di luar daerah pun sama tergantung kepercayaan dan silsilah adatnya masing masing.
Salah satunya di Desa Kutaagung sekarang ini melaksanakan melestarikan Keramat yang ada di lokasi Rt01/01 Dusun Kutaagung Desa Kutaagung Kecamatan Dayeuhluhur.
Dengan cara membangun makadam pekarangan Keramat dan jalan rabat beton yang di awali dengan syukuran acara adat.
Di acara tersebut terpantau awak media di pekarangan Keramat Dusun Kutaagung Desa Kutaagung di hadiri Kepala Desa Kutaagung, Hj. N Rustimi beserta jajaran perangkat Desa, tokoh Agama serta tokoh masyarakat.
Nama Keramat ini ada yang bilang Keramat Embah Sanga, ada juga yang bilang Keramat Embah Yuda tapi semuanya benar.
Menurut seseorang yang di tuakan di Desa Kutaagung atau Catrik Desa Cardi, nama Keramat semuanya benar juga mempunyai arti dari nama Embah Sanga Yuda, kata Sanga artinya sembilan (9) Yuda artinya perang, ungkapnya.
Maka di lestarikannya acara adat membangun pekarangan keramat salah satunya menjaga pergerakan tanah / erosi , untuk syukuran badha tilawat yang di laksanakan setahun sekali tiap bulan sura.
Dengan di lestarikannya Keramat supaya kelihatan bersih rapi enak di pandang dan di harapkan bagi warga masyarakat jadikan lah cermin untuk melestarikan lingkungan kita juga. Ungkap ketua Rw 03 Sudirman.
( Husen Susendra)
















