Perencanaan Dan Pelaksanaan Amburadul, Proyek Irigasi Sekunder Cisomang Tuai Polemik

oppo_0

Purwakarta || buserindonesianews.com – viralnya vidio Gubernur Jawa Barat terkait laporan warga, adanya Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Sekunder Cisomang yang dilakukan asal-asalan, 1 hari setelah viral nya video tersebut, Rabu, 28/09/25, dilakukan inspeksi dari Inspektorat Jawa Barat untuk menindaklanjuti perintah dari Gubernur, turut hadir perwakilan dari CV. Nalar Jaya dari perwakilan dari pihak PSDA Jawa Barat dan juga sebagian masyarakat sebagai pengguna/pemanfaat dari air irigasi tersebut.

Dari pantauan awak media dan Lembaga Laskar Anti Korupsi DPC. Purwakarta, pada saat ada kumpulan (selasa, 30/09/25) dari pihak pihak terkait, pihak ke-3 menyangkal terkait video yang di viralkan, dimana kata salah seorang dari perwakilan pihak CV. Nalar Jaya Abadi itu tidak ada pada gambar.

” Pekerjaan yang viral itu tidak ada dalam gambar, itu hanya kepedulian dari masyarakat setempat memperbaikinya™ tutur salah seorang pembicara.

Namun hal itu dirasa tidak mungkin mengingat dikerjakan nya saat dalam kontrak, dan pekerja lapangan di upah pula, dan juga dibantah oleh pekerja.

° Saya ini pekerja dan bekerja sesuai instruksi, di sini ada mandornya, ada pelaksanaan termasuk ada konsultan dan pelaksanaannya, terkait vidio viral ya. .. seperti, tutur pekerja.

Warga pengguna sekaligus pemakai air dari saluran tersebut menilai bahwa dalam pelaksanaannya dirasa janggal. Proyek rehab irigasi dengan anggaran sebesar Rp. 1.881.929.780 tersebut nampak dilaksanakan seperti amburadul dan asal asalan.

Yang jadi permasalahan dari mulai proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan tidak sesuai harapan, padahal ini proyek Rehab PSDA Prop Jabar seperti dari segi skala prioritas lokasi pekerjaan, Plot lokasi pekerjaan dianggap warga tidak jelas. Titik lokasi perbaikan (rehabilitasi), dikerjakan asal, dan rentan adanya potensi manipulasi jumlah volume pada pekerjaan, kemudian seperti tidak ada pengawasan sebagaimana mestinya, kalau hasil dari, pemilihan material asal saja, contohnya pasir seperti mengandung kadar tanah di luar ambang batas, harusnya ada uji lab dulu, penggunaan semen juga sama ketika yang digunakan semen rajawali pasti akan berbeda hasilnya jika menggunakan semen Holcim dengan takaran yang sama dan yang sejenisnya yang setara, batu pun sama ketika yang digunakan batu bekas campur lumut atau batu kuning yang luarnya mengandung cadas, gimana daya rekat dari adukan tidak akan maksimal.

Kerapihan pasangan batu muka pun sama, alias tidak sedap’ di pandang mata.

Bersambung,….. Red (Ka-Biro)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *