Daerah  

Wujudkan Desa Mandiri Pangan, Desa Waringinsari Banjar Kembangkan Kawasan Agropolitan

Kota Banjar || buserindonews. Com – Pemerintah Desa Waringinsari, Kota Banjar, Jawa Barat, terus mematangkan konsep pembangunan Kawasan Agropolitan sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan, peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Kawasan ini berada di bantaran Sungai Citanduy, dengan luas sekitar 105,68 hektar, dan menjadi bagian dari wilayah Desa Waringinsari yang totalnya mencapai 685 hektar. Dari jumlah itu, sekitar 618 hektar atau 90,24 persen merupakan lahan pertanian produktif. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, yakni 2.015 jiwa dari 9.385 penduduk, atau sekitar 21,47 persen.

Kepala Desa Waringinsari, (nama bisa disesuaikan), mengatakan pengembangan kawasan Agropolitan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Lahan di bantaran Sungai Citanduy sudah lama dikelola warga menjadi kebun produktif. Kini kami berupaya menatanya lebih terarah agar potensi ini benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya. Kamis (17/12/2025).

Berbagai komoditas unggulan telah dikembangkan, di antaranya belimbing, jeruk, jambu kristal, bengkuang, pepaya, serta tanaman hortikultura lainnya. Mayoritas lahan yang digunakan juga telah bersertifikat milik warga.

Dalam konsep rencana tata ruangnya, 105,68 hektar lahan kawasan Agropolitan akan dibagi menjadi 88,39 hektar untuk area tanaman dan 17,18 hektar untuk utilitas publik. Fasilitas penunjang yang dirancang antara lain jalan lingkungan, outlet produk pertanian, amphiteater, plaza, shelter, kolam retensi, lapangan sepak bola, dan infrastruktur pendukung lainnya. Total panjang jaringan jalan yang akan dibangun mencapai 13,46 kilometer.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar, (nama pejabat), menyampaikan dukungan terhadap inisiatif desa tersebut.

“Kami sudah menyalurkan 1.000 bibit belimbing kepada kelompok tani Waringinsari. Ini bagian dari program penguatan komoditas lokal agar menjadi ikon pertanian khas Banjar,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Desa Waringinsari juga tengah menyiapkan Pasar Caplek sebagai pusat pemasaran hasil pertanian lokal. Lokasi pasar ini dirancang untuk menjadi simpul distribusi dan promosi hasil-hasil pertanian warga.

Dengan potensi lahan, dukungan kebijakan, dan partisipasi masyarakat yang tinggi, pengembangan kawasan Agropolitan Waringinsari diharapkan menjadi model sinergi antara pertanian produktif, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi lokal di wilayah perbatasan Jawa Barat.
(Ohir Herdiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *