Sumsel || buserindonews com – Di duga PT.GHEMMI alih pungsikan salah satu objeck lelang sungai di wilayah Gunung Raja Epd (Sungai Emberang) menjadi saluran pembuangan limbah.
Senin 13 februari 2022 Tim gabungan lintas media.
SJ-KPK.MEDIA BELA NEGARA.
MURIYA RAYA,MONITOR DESA (Journalist Intimedia group).Media Buser Indonesia.
dan Info Media kota.
mengirimkan pesan konfirmasi melalu W.A ke beberapa Humas perusahaan terkait bermaksud,meminta mencari dan mendokumentasikan hal tersebut hanya di read oleh pihak perusahaan tak mendapat jawaban,salah satu awak lanjut mengkonfirmasi dengan gambar pada pada 14 February 2022 hanya di read juga namun tak di tanggapi.
Dengan merujuk ke UUD Negara pokok pers No 40 thn 1999 pasal 18,pasal 4 ayat 3, Jo Uud Negara tentang KIP No 14 thn 2008 Jo UUPPLH No 32 thn 2009 pasal 98 ayat 1 Jo pasal 98 ayat 2.
Tak kunjung di respon pihak perusahaan minggu 20 February 2022 tim awak media mendatangi objeck dan meminta keterangan dari narasumber berinisial (HS) yang tinggal tak jauh dari lokasi tersebut.
Dalam keterangannya narasumber yang tak ingin di sebutkan namanya mengatakan mereka sudah cukup lama tinggal di sana dulu ada tanah/kebun mereka di area sekitar itu sebelum di jual,setelah di jual mereka pindah tak jauh dari situ,(HS) juga mengatakan dulu kedalaman sungai tersebut sekitar 1,5 hingga 2 meter,air nya bening jernih di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan di minum tanpa di masak,ikannya melimpah,tapi sekarang ikannya sudah tak terlihat,air sungai sudah keruh menghitam dangkal bahkan hampir tertutup sepenuhnya,kedalaman air paling beberapa CM saja ungkapnya
Dalam keterangannya (HS) juga menyebutkan bahwa objeck sungai tersebut terus mengalami pergeseran aslinya sudah di dalam tambang batu bara dan ada banyak sungai di hilirnya,dari emberang ke sungai penimur,bertemu muara tiga ke kiri ada sungai lunduh,sungai pendecol,sungai limau,buluran dan bermuara ke sungai lematang,ke kanan sungai penimur yaitu itu sungai keruh,kalau tak salah ada danau di Payu putat bermuara ke sungai lematang juga tandasnya.
Awak media lanjut bertanya apakah sungai-sungai tersebut juga sudah tercemar (HS) menjawab kalau di hilirnya tidak tau,ketika awak media menanyakan lagi apakah selama tinggal disini pihak perusahaan pernah memberikan bantuan (HS) mengaku tidak pernah,tapi di tinjau humas perusahaan a/n pak Icon,pak Kuano dan lain-lain pernah,ungkapnya sembari meminta identitas mereka tidak di sebutkan.
Usai meninjau lokasi dan meminta keterangan warga tim awak media lanjut ke kediaman Kades Gunung Raja,dalam keterangannya pada sore hari 20 february 2022 Sudianto.Spd Kades Gunung Raja mengaku dirinya baru menjabat beberapa bulan jadi belum tau persis nama-nama sungai,letak,kondisi objek lelang atau assets milik desa nanti kami pelajari dan kami lakukan pendalaman semua objek lelang dan assets” Desa jika sudah mengetahui semuanya tentu kami sampaikan ke bapak dari media ujarnya.
Sampai berita ini di turunkan belum ada informasi atau keterangan resmi baik secara langsung atau pun by phone/W.A dari pihak perusahaan yang bersangkutan.
(JV/IMKCI/ME) TEAM
















