CIAMIS || buserindonews – Dalam mendukung ketahanan pangan dan air secara Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melakukan rehabilitasi lanjutan jaringan irigasi Daerah irigasi (DI) Lakbok Utara IPDMIP (Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project) Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Warga sangat mendukung dan menyambut baik adanya proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Lakbok Utara.
Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dengan nilai pekerjaan Rp.14.202.278.000,-(Empat Belas Milyar Dua Ratus Dua Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah) dikerjakan oleh penyedia jasa kontraktor Purnomo dengan pelaksana teknis lapangan Widi dari PT.Tubagus Rangin, untuk waktu pekerjaan 222 hari kalender.
Menurut Widi selaku pelaksana lapangan dari PT. Tubagus Rangin mengatakan, pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara ini adalah lanjutan dengan lama pengerjaan 222 hari.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan kwalitas dan kwantitas yang baik serta sesuai target”, terangnya saat ditemui di lokasi, Kamis (16/9/2021)
Dikatakan Widi, dalam pelaksanaan pekerjaan pihaknya pun melibatkan warga sekitar demi untuk memberdayakan masyarakat.
Terpisah Andi Sulistiono, ST., M.Eng.,selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Jaringan Irigasi dan Rawa pada Proyek tersebut mengatakan, bahwa kegiatan IPDMIP merupakan kegiatan rehabilitasi daerah irigasi di Kabupaten Ciamis untuk menjaga ketersediaan air irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air secara nasional.
Marjono Kepala Desa Sidaharja yang sekaligus ketua APDESI Kecamatan Lakbok beserta para Kepala Desa sangat mendukung terhadap pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi DI Lakbok Utara ini.
Ditambahkan Marjono, dengan adanya pembangunan rehabilitasi sekunder Lakbok Utara bisa meningkatkan produktivitas gabah dan mengantisipasi kekurangan air .
Ia berharap, dengan adanya rehabilitasi jaringan irigasi ini, bisa mengurangi dampak kekeringan dimusim kemarau, khususnya wilayah Lakbok Utara. (Ohir)
















