Daerah  

Jejak Wartawan Santri: Agus Fathuddin Yusuf dari Futuhiyyah hingga Makkah

Semarang|| buserindonews.com – Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, MA., wartawan senior Suara Merdeka dan akademisi, memiliki perjalanan hidup yang tak lepas dari jejak pesantren. Ia mengisahkan bagaimana awal mula dirinya mengenal dunia tulis-menulis dimulai dari lingkungan Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen, Kabupaten Demak.

Agus mengenang saat pertama masuk Futuhiyyah tahun 1981, “Saya masuk SMP dan Madrasah Diniyah Futuhiyyah setelah mendaftar langsung ke kantor pondok, kemudian diajak sowan ke KH Lutfil Hakim (Gus Kim).” Ia aktif menulis berita kegiatan pesantren dan mengirimkannya ke sang ayah untuk diterbitkan.

Agus memiliki pengalaman berkesan saat diperkenalkan kepada ulama besar Sayyid Muhammad AlMaliki Al-Hasani di Makkah oleh KH Hanif Muslih. “Saat itu Sayyid Muhammad memanggil saya, membuka kopiah saya, mengusap kepala saya lalu bertanya, ‘Inta shohafiy ?’ Saya menjawab, ‘Aiwa, shohafiy.'” Ia juga pernah mendapat ijazah kitab Syawariqul Anwar dan ikut dalam rombongan ziarah ke Kairo.

Agus melanjutkan pendidikannya di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo dan menjadi wartawan Harian Kartika tahun 1987. Ia kemudian bergabung dengan Suara Merdeka dan dikenal sebagai wartawan spesialis liputan keagamaan dan polkam. Agus juga menjadi dosen tetap di FISIP Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan mengajar di Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto dan UIN Walisongo Semarang.

Agus tetap menulis dan mengabdi lewat dakwah dan jurnalistik. Ia menjadi Wakil Ketua PCNU Kota Semarang, Sekretaris MUI Provinsi Jawa Tengah, Dewan Kehormatan PWI Jateng, dan Pengawas Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Agus juga mengasuh Pondok Pesantren Daarul Istiqomah (YADRI) Kedunglemah, Kedungbanteng, Banyumas. ( Sholeh )

Tinggalkan Balasan