Purwakarta || buserindonews.com – Sebagai bagian dari upaya mendukung program 1 juta hektar lahan untuk swasembada pangan, kepala desa ciramahilir mengambil langkah nyata dengan memanfaatkan lahan baku sawah(LBS) di area pesawahan kp cianten RT 15/06 Desa ciramahilir kec maniis kab purwakarta pada hari Selasa 26 Agustus 2025.
Peserta pelaksanaan penanaman jagung dilakukan secara bersama-sama
Kepala desa ciramahilir hilir,Kapolsek maniis,Denramil diwakili danpos maniis, Camat maniis diwakili kasi trantib,Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) maniis,kelompok tani dan gapontan.
Kepala desa ciramahilir mengungkapkan kegiatan ini adalah program penanaman jagung sebagai bentuk inisiatif mendukung program swasembada pangan nasional.
Pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program penanaman jagung dimana adanya program ini mendukung upaya swasembada pangan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui kegiatan ini, menunjukkan bahwa lahan tak produktif bisa dioptimalkan menjadi sumber ketahanan pangan bagi masyarakat.
Kami secara bersama-sama melaksanakan kegiatan penanaman jagung di lahan baku sawah (LBS) di area Pesawahan wilayah Polsek maniis.
Menurutnya, komoditas jagung ini bisa dikonsumsi oleh siapapun dan sebagai bahan pangan alternatif pengganti nasi. Tidak hanya dikonsumsi oleh manusia, tetapi jagung ini juga bisa membantu para peternak untuk menyediakan pakan ternak yang sehat dan mudah didapat, sehingga tidak perlu impor dari daerah-daerah lain. Adapun jenis jagung yang ditanam kali ini merupakan jenis jagung manis dan jagung khusus untuk pakan ternak.
“Dari masa tanam hingga panen diperkirakan memakan waktu 3 bulan. Nanti kami lihat perkembangan tanaman jagung ini setiap 2 minggu sekali, karena jagung ini memang rentan terhadap masalah hama dan cuaca,
untuk perawatan tanaman jagung ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot bahwa nanti akan melibatkan beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa Ciramahilir kec maniis,untuk berpartisipasi menyukseskan program ini, dan hasil panennya nanti dengan sistem pembagian keuntungan (sharing profit).
Kalau dari kegiatan penanaman jagung ini bisa menghasilkan daripada lahan-lahan yang semula tidak produktif (lahan tidur) lebih baik dimanfaatkan untuk ditanami kembali sebagai upaya swasembada pangan,”tegasnya.(Dedi Heryadi/Vikri)
















