Purwakarta, buserindonews.com (BI) – Pengelolaan Jaringan/Saluran Irigasi Sekunder dari D.I (Daerah Irigasi) Cisomang secara teknis kembali dikembalikan lagi kepada PSDA Jawa Barat yang sebelumnya secara teknis dikelola oleh Perum Jasa Tirta II, dengan tetap bermitra dan berkoordinasi melibatkan para petani yang tergabung dalam wadah GP3A/P3A diantaranya GP3A/P3A yang ada wilayah di wilayah D.I Cisomang, sebelumnya ada program PKPI dan sudah ada legalitas hukumnya, serta sudah disosialisasikan sekitar tahun 2002-2004, secara bertahap pengelolaan irigasi Sekunder akan diserahkan kepada Lembaga GP3A (Gabungan Petani Pemakai Air) ada Inpres Presiden No.3 Tahun 1999 tentang Pembaharuan Kebijakan Pengelolaan Irigasi (PKPI), namun kemungkinan belum ada pelimpahan kepada pihak GP3A ada pertimbangan lain menyangkut pengelolaan teknis dan aset, tetapi untuk petani pada umumnya tidak mempermasalahkan, siapapun yang mengelola, yang penting sarana irigasinya memadai dan airnya mengalir dengan lancar.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petani yang ada di wilayah Cibogogirang Plered, menurut Eman : “Sebaiknya pintu air jangan ditutup, agar para petani tidak gagal panen atau puso, kalaupun mau ditutup hanya pada waktu tertentu saja, pagi sampai sore hari saja pada jam kerja proyek, untuk sore hari smpai pagi hari pintu air dibuka untuk meminimalisir kerugian para petani, sebelum pekerjaan proyek selesai. Apalagi kalau sampai tidak ditutup, dengan kata lain proyek berjalan dengan baik dan air pun mengalir pada saluran itu”, Kata Eman.
Begitupun dengan adanya kegelisahan warga khususnya disepanjang saluran irigasi.B.Gs.1 s.d B.Gs 2 yang memanfaatkan air saluran irigasi untuk kebutuhan rumah tangga, sebagaimana kekecewaan warga, saat Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzain (Om Zain), sidak ke lokasi pembangunan proyek yang dianggap bermasalah, sampai ada beberapa warga pada saat itu yang berteriak : “ teu bisa cecewok cecewok acan”, ( tidak bisa membersihkan sehabis buang hajat ), tutur waga yang mengerumuni Bupati Purwakarta saat itu.
Mengutip vidio youtube tiktok yang sudah beredar luas terkait postingan warga terkait kualitas dan kuantitas pembangunan rehab proyek yang yang asal asalan, kemudian Gubernur Jabar dengan Bupati Purwakarta, pada hari Senin, 27/09/2025 sekira pukul 10.00 WIB di kanal KANG DEDI MULYADI. Pada saat itu Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, SH, bahwa dirinya mendapat laporan dari warga, dengan adanya Proyek Irigasi Sekunder dari anggaran PSDA JAWA BARAT di Wilayah D.I Cisomang Desa Depok Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta dimana kualitasnya sangat buruk tidak sesuai dengan spesifikasi, kemudian beliau meminta Bupati Purwakarta SAEPUL Bahri BINZAIN untuk melihat dan meminta sidak atas peristiwa yang terjadi. Dalam percakapan tersebut Kang Dedi menanyakan kepada Bupati Purwakarta, yang dianggap sangat mengerti dan faham terkait teknis pembangunan, karena Zein sudah lama berkecimpung di dunia kontruksi dan tehnik sipil, termasuk pembangunan saluran irigasi.
Pada saat itu melalui saluran telekomunikasi Gubernur Jabar berkomunikasi secara langsung via hand phone dengan Bupati Purwakarta, Kang Dedi bertanya kepada Bupati Purwakarta : “Bupati sudah dilokasi?”. Kang Binzain menjawab. “ Ya saya sudah dilokasi baru nyampai” kata Bupati Purwakarta, kemudian Kang Dedi bertanya kembali, “ Itu proyek apa?” jawab Kang Binzain. “ Ini proyek dari PSDA dengan nilai proyek 1,8 milyar, kemudian pihak ketiganya dari Garut”. Lalu Pak Gubernur meminta kepada Bupati Purwakarta menyebutkan nama pihak ke 3 perusahan yang mengerjakan proyek tersebut, Kata Bupati : “ Nama perusahannya CV. NALAR JAYA”, sambung Bupati. Lanjut kang Dedi: “ Bagaimana kualitasnya?“ , jawab Kang Bizain : “ justru mereka warga yang berdemo merasa kecewa Proyek ini dikerjakan asal asalan”. Tuturnya.
Lanjut Kang Dedi : “Kalau dikerjakannya asal asalan minta proyek tersebut dihentikan”, “itu kita tidak akan membayarkan.“, “nanti saya turunkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan, dan kita tidak akan membayarkan dengan kualitas yang sangat buruk”, “kecuali pihak kontraktor membongkar ulang, dan membangun ulang lagi dengan kualitas yang lebih baik. Kemudian ada dua hal satu tidak akan dibayarkan kalau kualitasnya buruk, yang ke dua akan di blacklist, tidak akan mendapatkan tender lagi,” tegas Gubernur Jawa Barat
Sementara pada kutipan potongan video lainnya yang disampaikan Bupati Purwakarta, seharusnya menurut Om Zein (Pangggilan akrab), Irigasi ini jangan ditutup, jangan warga petani dan warga disekitar jadi korban akibat adanya proyek ini, hal ini diungkapkan om zain, mengingat beliau orang teknis yang tau persis cara pengerjaan proyek tersebut.
“Kudunamah nyieun nu kieu teh, caina teu menang saat, tong ngorbankeun para petani, muenya bongbona saluran dijero, caina teu dialirkeun, ( seharusnya membuat proyek rehab seperti ini, airnya jangan sampai kering, jangan karena salurannya ada di dalam “tidak kelihatan dari jalan umum” airnya di tutup begitu saja”, tegas Bupati Purwakarta.
Sebenarnya masyarakat petani pada umumnya tidak ada pemberitahuan resmi oleh pihak terkait penutupan pintu air teresebut, ini membuktikan tidak ada komunikasi yang baik antar pihak terkait kepada para pengurus GP3A/P3A, yang nantinya oleh para pengurusnya disampaikan kembali kepada para petani.
“Kami Red Buser Indonesia Biro Purwakarta, selanjutnya akan konfirmasi pula pada pihak pihak yang berkepentingan terkait peristiwa ini” , bersambung……
(Ka- Biro Purwakarta)

















