Memprihatinkan sebagian besar fasilitas gedung BBI cibogogirang terbengkalai kini kondisinya rusak parah

Purwakarta || buserindonews.com – Balai Benih Ikan ( BBI) Cibogogirang bawah naungan Instansi Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta, yang lokasinya berada di Desa Cibogogirang Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta.

Fasilitas sarana prasarana fisik tersebut digunakan sebagai pusat pengembangan dan penelitian khususnya di bidang perikanan. Terlebih bisa memberdayakan kelompok tani ikan yang ada di wilayah tersebut sebagai mitra dalam meningkatkan produksi ikan agar hasilnya memuaskan.

Namun sungguh sangat disayangkan, kondisi fasilitas sarana yang ada kini terbengkalai dan banyak bangunan yang rusak dan tidak digunakan sebagaimana mestinya seperti Ruang kantor, Aula, Toilet, tempat penelitian, dan lain-lain.

Apakah memang tidak ada anggaran untuk perehaban atau pemeliharaan selama beberapa tahun ke belakang sampai hari ini?,  sehingga kondisinya kini sangat memperihatinkan seperti ini?

Kami dari awak media buser indonesia ( Biro Purwakarta ) yang kebetulan berkantor di wilayah Cibogogirang, sangat menyayangkan melihat kondisi keadaan kantor (BBI) yang terbengkalai. Kami Team Red Biro Purwakarta, Rabu, 18/11-2025 belum bisa menemui dan mengkonfirmasi para pegawai yang di tugaskan di Balai Benih Ikan tersebut, dan juga di kepada Instansi Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta.

Dugaan ini disinyalir adanya penyalahgunaan anggaran, tidak digunakan sebagaimana mestinya sebelum gedung tersebut rusak, lalu tidak adanya perbaikan dan pemeliharaan, kami lihat bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan. Hal tersebut di ungkapkan salah satu warga yang kebetulan juga petani ikan berinisial (R 48th). beliau menyayangkan kondisi bangunan yang kondisinya rusak parah.

Sementara kami selaku awak Media Buser Indonesia akan terus memantau dan mengawal perkembangan selanjutnya, dan meminta Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera mengambil sikap tegas untuk memanggil kepala Dinas Perikanan Purwakarta untuk memberikan pernyataan, terkait apa yang kami temukan fakta di lapangan.

Saepul Bahri & tim.

Tinggalkan Balasan