Cirebon II BI – Berawal dari adanya rajia pemeriksaan kartu vaksin yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Cirebon. Saat itu pihak media sedang melakukan peliputan, tapi ada yang tidak pantas yang diungkapkan oleh salah seorang pengemudi mobil kepada para awak media saat diberhentikan oleh petugas KBO Sat-Lantas Polres Cirebon . Pelaporan ini dilakukan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Cirebon ke Polres Cirebon Kota (Ciko), Minggu (31/10/2021).
Pelaporan ini berdasarkan hasil dari putusan pengurus dan anggota IWO Cirebon. Disampaikan oleh Ketua IWO Cirebon, ini terkait adanya penghinaan terhadap profesi wartawan sebagai pencari berita yang dilindungi undang undang oleh salah seorang oknum pegawai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung, saat melakukan peliputan launching check point pemeriksaan kartu vaksin kepada para pengendara, yang digelar Polres Cirebon Kota di Jln.Siliwangi (Bakorwil) Kecamatan Kejaksan Cirebon,k pada hari jum’ at (29/10/2021).
Kata Muslimin Ketua IWO Cirebon ” pelaporan ini dilayangkan agar para pejabat publik tidak berlaku arogan kepada para jurnalis”, tegasnya. Dijelaskan pula oleh Muslimin, ucapan kurang baik berupa hinaan, cacian kepada jurnalis yang sedang melakukan peliputan adalah tindakan melawan hukum, karena bertentangan dengan Undang-undang Nomor 40 tahun 1999″, tegas Muslimin. Dalam paparannya Muslimin menuturkan, oknum pegawai BBWSCC itu tidak mempunyai dasar mengatakan “media kurang ajar”.
Secara logika saja, kita para awak media sedang melakukan peliputan pada ruang publik dan ingin melakukan menginformasikan kegiatan Polri kepada masyarakat, tapi malah dihina, disebutnya “media kurang ajar’. Oknum tersebut berinisial ISK, dia tidak terima mobilnya diberhentikan dan sedikit bersitegang dengan petugas kepolisian yang bertugas saat itu, sementara petugas meminta menunjukkan kartu vaksin.
“Saya PNS, saya sudah divaksin”, kata oknum pejabat dari BBWSCC sambil bertahan tidak mau memperlihatkan kartu vaksinasinya. Ketika itu para wartawan dari berbagai media mendekat melakukan peliputan dan mengambil gambar oknum tersebut, melihat dikerubuti oleh para awak media, justru oknum tersebut mengeluarkan kata kata yang menyinggung profesi kejurnalisan. ” Itu media kurang aja itu, maksud apa?”, dengan nada keras. *(SB)
















