Prabumulih || buserindonews -Kurang lebih 2.420.420000,- Milliar lebih kucuran anggaran Negara (APBD) dihabiskan untuk pembuatan Mall pelayanan Publik (BANGUB) Di pasar mall di kota Prabumulih,
Namun, bangunan pasar itu diduga dibangun tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak perencanan yang disyaratkan BANGUB Sumsel dan DinasPasar Republik Indonesia selaku pemilik proyek.
Proyek Kementerian KKP RI yàng dikerjakan kontraktor pelaksana CV.GUNUNG SAKTI Kontruksi, sebuah perusahaan yang berkedudukan di sumatra Selatan itu akhirnya mendapat protes dari beberapa elemen masyarakat dan media Sumsel
Secara rinci diketahui bahwa, pembangunan pasar Prabumulih yang menelan anggaran senilai Rp 2.420.420000 yang bersumber dari APBD saat ini masih dalam proses penyelesaian akhir.
Sesuai rencana kerja, dàn syarat-syarat kerja teknis (RKS Teknis) juga persyaratan dan peraturan yang ada dalam kontrak, pembangunan pasar diharuskan untuk dikerjakan dengan mengikuti dan memenuhi persyaratan teknis yang tertera dalam persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan Standar Industri Indonesia (SII), Peraturan Nasioanal, maupun peraturan yang berlaku atas jenis bahan yang berkualitas.
Pembangunan pasar Prabumulih modern ini harusnya menggunakan batu bata bermutu yakni bata merah yang berukuran 5x11x22 cm dengan mutu terbaik toleransi 0,5 cm, warna merata, sempurna pembakarannya, sudut-sudut yang lancip dan keras. Namun dalam pelaksanaanya pihak kontraktor menggunakan behel yang kuran bagus.
Akibat dari pembangunan yang tidak spesifikasi, dipastikan bangunan pasar tersebut tidak akan bertahan lama.
Mengingat, harga satuan behel jika dibandingkan dengan harga satuan behel yang ber SNI, pihak kontraktor dinilai ingin meraup keuntungan besar dari proyek skala nasional itu. Membuat pasar tersebut tidak sesuai.
Warga prabumulih dan publik meminta pihak-pihak terkait segera memanggil pihak kontraktor guna diminta pertanggung jawaban atas pelaksanaan proyek yang tidak sesuai persyaratan teknis pembangunan fasilitas yang bermutu dan berkualitas.
“Pasar ini kan dibangun di bangun di tengah kota prabumulih dan di pinggir jalan, mestinya menggunakan material bermutu terutama dinding bangunan.
Namun yang terjadi di lapangan digunakan bahan matrial seperti itu,kami minta agar pihak-pihak berwenang dapat memanggil pihak kontraktor atas kondisi tersebut,” kata salah satu warga ketika dimintai keterangan.
Dijelaskan, pihak kontraktor harus segera diminta pertanggung jawaban atas pembangunan pasar Prabumulih tersebut, karena ditakutkan bangunan pasar tersebut tidak akan bertahan lama.
Saat awak media dan lembaga ingin kompirmasi terkait bangunan di pasar Prabumulih tersebut namun pemborong bangunan pun susah di temui, ketika di hubungi melalui alat seluler tidak di respon terkesan mengabaikan.
Hingga berita ini kami terbit pihak pemborong dan pekerja atau orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut belum ada yang bisa berkomentar.
Terkait masalah ini, awak media akan mempertanyakan Kepada Dinas Pasar Dan Kepala Pasar prabumulih,kita akan kawal terus proyek ini. Jangan sampai proyek ini masuk angin atau hanya di jadikan mencari keuntungan,tetapi kualitas juga harus utamakan ujar salah satu LSM yang ikut ke lokasi. ,reporter ( Martinus)
















