Jepara || buserindonews.com – Pemerintah Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, akan kembali menggelar rangkaian kegiatan Sedekah Bumi (Kabumi) tahun 2026. Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan Sedekah Bumi tahun ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, mulai 13 hingga 20 Mei 2026, dengan berbagai agenda yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Turnamen Bola Voli yang digelar pada 13–16 Mei 2026 di GOR MAN 2 Jepara pada pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan pemuda.
Pada 14 Mei 2026, masyarakat akan mengikuti doa bersama yang dilaksanakan di Makam Bengkok (Karanganyar Utara) pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini menjadi momen spiritual untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan bagi desa.
Selanjutnya, pada 15 Mei 2026 akan dilaksanakan manganan, tradisi makan bersama di dua lokasi, yaitu Punden Kelet dan Makam Bengkok, mulai pukul 13.00 WIB. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan warga.
Memasuki 18–19 Mei 2026, akan digelar exhibition match sepak bola PS Kelet All Star di Lapangan Sepak Bola Kelet pada pukul 15.00 WIB, sebagai hiburan sekaligus ajang silaturahmi antarwarga.
Pada 19 Mei 2026, Desa Kelet juga mengadakan doa bersama lintas agama, yang dilaksanakan di rumah Kepala Desa dan Balai Desa Kelet pukul 18.30 WIB. Kegiatan ini menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama di lingkungan desa.
Puncak kegiatan budaya ditandai dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan beberapa dalang, di antaranya Dalang Ki Masnanto pada 19 Mei 2026, serta Dalang Ki Faisol dan Dalang Ki Karto Luwes pada 20 Mei 2026. Pertunjukan ini digelar di beberapa titik, termasuk rumah Kepala Desa Kelet dan wilayah sekitar Bengkok.
Sebagai penutup, pada 20 Mei 2026 akan dilaksanakan kirab jembol dan karnaval kabumi yang dimulai dari Bengkok menuju rumah Kepala Desa Kelet pukul 09.00 WIB. Kirab ini menjadi daya tarik utama yang menampilkan hasil bumi serta kreativitas warga dalam balutan nuansa budaya lokal.
Kepala Desa Kelet Abdul Azis menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan menjaga warisan budaya.
“Melalui Sedekah Bumi ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, serta melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.
Dengan rangkaian acara yang meriah dan penuh makna, Sedekah Bumi Desa Kelet 2026 diharapkan dapat menjadi momentum mempererat solidaritas masyarakat sekaligus menarik perhatian masyarakat luas untuk mengenal kekayaan budaya lokal Jepara.
AGS
















