Dari Dapur Desa Jadi Peluang Usaha, Pelatihan Pengolahan Pangan di Watuaji Dorong UMKM Naik Kelas

JEPARA ||BI Beragam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mengikuti pelatihan pengolahan pangan yang digelar sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pelaku UMKM di desa Watuaji. Pelatihan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan mengenai pengolahan pangan serta melihat peluang pengembangan produk lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Petinggi Desa Watuaji, Junaidi, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong perkembangan UMKM di tingkat desa.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Junarso, anggota DPRD Kabupaten Jepara dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia mendorong agar pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Junarso berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan memberikan dampak terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.

“Jangan hanya melihat apa yang sudah ada sebagai sesuatu yang biasa. Kalau kita kreatif, sesuatu yang sederhana bisa memiliki nilai ekonomi,” pesan Junarso.

Ia menilai, sebuah program pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih besar apabila masyarakat mampu meneruskan dan mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh setelah kegiatan pelatihan berakhir.

Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM di Desa Watuaji diharapkan dapat semakin kreatif dalam mengolah potensi yang ada di lingkungan sekitar, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi, sehingga potensi ekonomi desa dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“AP”

Tinggalkan Balasan