BEKAS — Dalam rangka memperingati hari pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia yang diakui UNESCO, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (DPP PPSI) akan menggelar sejumlah kegiatan berskala nasional di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pasanggiri Seni Ibing Penca antar-DPD PPSI se-Indonesia dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Behantup Kuntau, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 11–13 Desember 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana pelaksanaan Ibing Penca massal dengan target 12.ribu pesilat, yang diharapkan dapat mencatatkan Rekor MURI.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian seni budaya pencak silat sekaligus mempererat silaturahmi antar-DPD PPSI dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua DPD PPSI Kabupaten Bekasi, H. Boimin, menyatakan siap mendukung kegiatan yang diselenggarakan DPP PPSI tersebut.
Menurutnya, agenda nasional tersebut merupakan momentum penting untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
“Kami dari DPD PPSI Kabupaten Bekasi siap mendukung kegiatan yang diselenggarakan DPP PPSI. Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat merupakan bagian penting dari budaya bangsa yang harus terus kita lestarikan,” ujar H. Boimin.
Ia berharap seluruh jajaran PPSI Kabuptrn Bekasi dapat berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan tersebut, khususnya dalam menyukseskan agenda Ibing Penca massal yang dapat mencatatkan Rekor MURI dengan melibatkan 12 ribu peserta.
Menurut H. Boimin, keterlibatan masyarakat dan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni budaya pencak silat di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan di Stadion Si Jalak Harupat diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi insan pencak silat Indonesia, dengan memadukan unsur seni, budaya, olahraga, prestasi, dan persaudaraan.
Melalui Pasanggiri Seni Ibing Penca, Kejurnas Behantup Kuntau, serta Ibing Penca massal tersebut, DPP PPSI diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. (Icun / red)
















