Buserindonews.com
BOGOR — Lembaga Swadaya Masyarakat Pijar Keadilan Demokrasi (LSM PIKAD) menggelar Kongres VI di Hotel Efita, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 5–6 Oktober 2026.
Kongres yang mengusung tema “Bersatu dalam Solidaritas, Tegakkan Keadilan, Kawal Demokrasi” tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan Ketua Umum LSM PIKAD untuk periode kepengurusan berikutnya.
Kegiatan kongres dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 13 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM PIKAD dari berbagai wilayah di Indonesia.
Hadir pula perwakilan pemerintah dari bagian pengawasan organisasi kemasyarakatan, Ferryan Mustaqim. Sejumlah dewan pembina turut hadir, di antaranya Dr. Ramli Tambunan, R. Saeful Bahri, S.E., serta Neddy E. Imbenay, S.H., yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Kongres VI LSM PIKAD.
Herlina Tampubolon Terpilih Secara Aklamasi
Salah satu agenda utama kongres adalah pemilihan Ketua Umum LSM PIKAD untuk menggantikan ketua umum sebelumnya, Erlina R. Tambunan, S.H., yang telah meninggal dunia.
Menurut keterangan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua LSM PIKAD, Dr. Ramli Tambunan, M.M., yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PIKAD, seluruh tugas kepengurusan pada periode sebelumnya telah diselesaikan. Karena itu, pihaknya mendorong agar kongres segera dilaksanakan.
Kongres yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Mei 2025 mengalami penundaan. Penundaan tersebut disebut berkaitan dengan sejumlah kendala teknis, termasuk proses konsolidasi organisasi dan persiapan pendanaan.
Dalam Kongres VI yang berlangsung di Bogor, proses pemilihan Ketua Umum berjalan lancar. Herlina Tampubolon, S.Psi., menjadi satu-satunya calon yang diajukan sehingga kemudian ditetapkan sebagai Ketua Umum LSM PIKAD secara aklamasi.
Terpilihnya Herlina menjadi momentum baru bagi LSM PIKAD dalam melanjutkan roda organisasi setelah sebelumnya menghadapi dinamika internal dan masa kevakuman menyusul meninggalnya Ketua Umum sebelumnya, Erlina R. Tambunan.
Susun Kepengurusan dan Program 100 Hari
Usai pemilihan ketua umum, Herlina Tampubolon bersama Ketua Panitia Kongres VI, Neddy E. Imbenay, S.H., melanjutkan agenda dengan menyusun struktur kepengurusan baru.
Struktur tersebut mencakup unsur wakil ketua, sekretaris, bendahara hingga sejumlah seksi pada masing-masing departemen.
Para pengurus baru kemudian mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan. Dalam sumpah jabatan tersebut, para pengurus menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi serta mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LSM PIKAD.
Ketua Umum LSM PIKAD, Herlina Tampubolon, juga memberikan kesempatan kepada masing-masing pengurus baru untuk mempresentasikan program kerja 100 hari.
Program tersebut diarahkan sebagai langkah awal untuk membangun LSM PIKAD agar semakin baik, solid, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Selain memperkuat internal organisasi, kepengurusan baru juga diharapkan mampu membangun komunikasi serta sinergi dengan berbagai pihak, termasuk tiga pilar, yakni pemerintah, TNI dan Polri.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Rangkaian Kongres VI LSM PIKAD kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Ketua Umum terpilih, Herlina Tampubolon, S.H., jajaran pengurus baru, panitia penyelenggara, serta para dewan pembina.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, LSM PIKAD diharapkan dapat kembali menjalankan roda organisasi secara lebih terarah, profesional dan bertanggung jawab, sesuai AD/ART serta tujuan organisasi (Icun / Enoh S)
















