Buserindonews.com
KABUPATEN BEKASI — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI bersama Koperasi Perhutanan Sosial Tarumanegara (KPST) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Mangrove bagi masyarakat pesisir utara Kabupaten Bekasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28 Oktober 2026), di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya, Kecamatan Tarumajaya. Kabupaten Bekasi.

Bimtek ini diikuti 55 peserta yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Muara Gembong, Babelan, dan Tarumajaya. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi mangrove menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan dihadiri Lu’lu’ Agustina, S.P., M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Sejumlah narasumber turut memberikan materi, di antaranya Wiyanti, Koordinator Kelompok Pengembangan Komunitas; Dadang, Koordinator Kelompok Kerja Ekonomi Kreatif; Faisal; dan Hendro Asmoro dari KLH/BPLH. Hadir pula Samsuri, S.Pd.I., Ketua KPST sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Segarajaya Lestari, serta A. Hazami Syahroni AR, S.E., Konsultan Manajemen Mitra Sehati Institute. Peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan produk olahan mangrove oleh Dewi Herlina.

KLH Tekankan Tindak Lanjut Pelatihan
Dalam arahannya, Lu’lu’ Agustina menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pelatihan agar manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk bersinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk instansi yang menangani bidang perindustrian, guna mendukung pengembangan produk olahan mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan perlu diikuti pendampingan dan pengembangan usaha agar potensi mangrove tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Mangrove Berpotensi Mendukung Ekonomi Pesisir
Samsuri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama KPST dengan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH untuk mengembangkan potensi mangrove sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Ia menjelaskan bahwa mangrove memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai potensi ekonomi melalui pemanfaatan dan pengolahan hasilnya serta sebagai ekosistem yang membantu melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak banjir.
Melalui bimtek tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan mangrove dan upaya konservasi dapat berjalan beriringan.
Jembatan Cinta Diharapkan Kembali Dikembangkan
Samsuri juga menyoroti potensi kawasan wisata Jembatan Cinta yang sebelumnya turut ia prakarsai bersama masyarakat setempat. Ia juga menyebutkan, kondisi jembatan saat ini mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan.
Meski demikian, kawasan hutan mangrove di sekitarnya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan yang dapat mendukung perekonomian masyarakat lokal.
Samsuri berharap adanya kerja sama dengan Dinas Kelautan Provinsi Jawa Barat untuk membahas peluang pengelolaan dan pengembangan kawasan tersebut sesuai kewenangan yang berlaku.
Menurutnya, pengembangan kawasan mangrove secara berkelanjutan diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Melalui kegiatan bimtek ini, KLH/BPLH dan KPST berharap masyarakat pesisir semakin mampu memanfaatkan potensi mangrove secara produktif, sekaligus berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan pesisir utara Kabupaten Bekasi. (Ics)
















