Belitung Timur || Buserindonews.com – Mengingat hutan mangrove atau pun bakau yang sekarang menjadi tempat petani kecil mencari udang dan ketam(kepiting), sekarang ini jadi bahan pembicaraan bagi para penyoloh, atau pencari ketam.04/06/2002
Atas dasar keluhan tersebut awak media dan beberapa ORMAS melakukan Fungsi selaku kontrol sosial menanggapi keluhan dari pihak masyarakat, dan meninjau ada nya pengelolaan tambak udang yang di duga telah merusak mangrove.
Khususnya di Desa Dendang, penyoloh mulai resah akibat adanya aktivitas tambak udang di tepi bakau.
Paling berkisar lebih kurang dua puluh meter dari bibir pantai, bakau ludes di babat.
Dan air laut pun keruh akibat aktivitas tsb, di karena kan air yang berlumpur akibat pembuatan tambak udang di buang ke laut. Hal ini sangat menjadi salah besar apa lagi sampai pencemaran air laut yang semula nya bersih dan kini menjadi keruh.
Awak media mencoba konfirmasi kepada pihak pengawasan tambak udang melalui telpon seluler, di karenakan beliau tidak bisa di temui., beliau mengatakan benar ada nya limbah lumpur di buang kelaut, semua sudah kita urus dari kementerian propinsi, dan data nya lengkap semua nya.ungkap beliau selaku pengawas tambak.
Kepala desa ketika di konfirmasi, tidak ada di tempat, di konfirmasi via telpon seluler, beberapa kali tidak di angkat juga.
Ketua ormas Laki DPC Beltim menyikapi Tambak udang tersebut keberadaannya jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat terhadap permasalahan limbah yang di kelola oleh tambak itu sendiri.saya Suryadi Wahid menegaskan kepada pihak terkait untuk segera di tindak lanjut jika memang ada dugaan pelanggaran.*/ Er.(tim).
















