Daerah  

Diduga Oknum Guru Lakukan Hubungan Gelap

Ciamis || buserindonews.com – Warga sekitar Sekolah dasar negeri 3 bunter Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis yang baru ini di gegerkan dengan adanya informasi oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial ( K ) dan Inisal (L) Salah guru yang mengajar di SD Negeri 3 Bunter yang menurut kabar berita oknum tersebut telah melakukan perbuatan asusila dengan seorang wanita berstatus bersuami dan oknum guru wanita tersebut melainkan guru honorer di sekolah tersebut/satu atap

Dengan adanya informasi hal tersebut awak media mengklarifikasi dan sekaligus konfirmasi tentang dugaan tersebut,terhadap pimpinan kepala sekolah yang membenarkan adanya hal dugaan yang bergeming di tengah lingkup masyarakat tentang hal oknum guru yang telah melakukan tindakan asusila yang berawal dari beredar nya Vidio pungkas nya Kepala sekolah SDN Negeri 3 Bunter.

Seperti hal lain nya kepsek SDN 3 Bunter saat ini sudah berupaya dan mengklarifikasi namun di duga oknum guru lelaki insial (K) saat ini tidak ada di kediamannya

Berawal dari riak kontroversi permasalahan tentang isu tentang isi beredar Vidio pornograpi berawal dari rekaman Vidio yang sempat viral yang sebelum nya beredar di kalangan masyarakat,dan secara internal Struktural Organisasi PGRI juga semua itu di benarkan oleh kepsek tersebut.

Menurut saksi lingkungan sebelum terjadi viral memang beberapa warga yang mulai menanam kecurigaan terhadap 2 oknum guru tersebut yang pernah malam-malam terlihat masuk ruangan sekolah.

Adapun pihak sekolah dan pihak Dinas Terkait khusus nya Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis telah berusaha dan berupaya guna klarifikasi dengan adanya pemanggilan terhadap oknum tersebut namun semua percuma di karenakan pihak PNS lelaki sudah tiada di kediaman bahkan bagian keluarga nya pun tidak mengetahui posisi keberadaan saat ini oknum guru tersebut,bahkan dari beberapa nomor hp/whatshap yang sebelum nya aktip,setelah viral beredar Vidio semua nomor semua jadi non aktip.

Dari kejadian ini menjadi perbincangan,cemoohan dari kalangan masyarakat baik tokoh tentang hal dugaan tersebut karena sungguh perbuatan itu tidak lah sangat terpuji apa lagi di satuan pendidikan.(Hermawan)

Tinggalkan Balasan