Sungailiat || Busrindonesw.com – Kegiatan sosialisasi rawan bencana acara di kantor, Camat sungailiat dihadri oleh perekonomian dan
Pembangunan Bapak Muhtar, SH. camat Sungailiat BPPD selaku panitia, pada kesempatan ini kami sampaikan, kegiatan ini seyogianya, dilaksanakan bulan April-Mei tetapi karena ada perubahan maka, kegiatannya kita laksanakan Agustus, berdasarkan keputusan Bupati Bangka No. 188.45/811/BPPD/2022 tentang Penunjukkan Narasumber dan Panitia Kegiatan Sosialisasi Daerah, Rawan Bencana Selasa (02/08/2022)
” Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah, dalam rangka kita memberikan informasi kepada, masyarakat baik di tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa agar masyarakat dapat mendukung atau berpartisipasi setiap, ada bencana di daerah masing-masing.Waktu pelaksanaanya dimulai tanggal (2) Agustus sampai September. Kegiatan ini dibagi per kecematan rawan, bencana pertama dilaksanakan di Kecamatan, Sungailiat yang pesertanya dari para kaling, LSM dan, tokoh masyarakat yang selalu terlibat dalam bencana ucapnya,
Kemudian ada satu kegiatan lagi sosialisasi kepada siswa sekolah, sosialisasi tentang rawan bencana yaitu di (15) SLTA yang, ada di Kabupaten Bangka, rata-rata di setiap Kecamatan ada (2) sekolah, Kegiatan sosialisasi, penanggulangan bencana salah satu respon pemerintah, dalam mencegah dan menurunkan resiko yang, disebabkan bencana, Bencana adalah suatu hal yang tidak bisa kita cegah. Tetapi jika bencana datang bukan sesuatu yang bisa, diratapi tetapi harus ada tindakan dan pencegahan untuk, menanggulangi dan mengantisipasinya terangnya,
” Oleh sebab itu Sumber Daya Manusia yang, memadai dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam, penyelenggaran bencana mutlak, diperlukan. Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir, tenaga-tenaga yang handal, terlatih dari masyarakat dalam, menanggulangi bencana.Mengingat kejadian, bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Bangka, menjadi pertimbangan kita bersama untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat untuk mengatasi dan mengantisipasi, permasalahan tersebut. Oleh karena itu kegiatan, sosialisasi ini merupakan kegiatan yang tepat dan, akurat untuk mengantisipasi bencana alam di, masa berikutnya.
Terlebih jika terjadi, bencana diharapkan seluruh instansi baik aparat maupun, swasta diharapkan bahu membahu untuk meminimalisir, dampak bencana yang dapat merugikan kita, semua. Mengingat bahwa, Kabupaten Bangka telah memasuki musim penghujan, yang bisa menyebabkan bencana banjir baik, banjir rob dan lainnya, karena potensi bencana banjir cukup besar, dan juga angin puting beliung yang menerjang rumah, warga seperti beberapa waktu yang lalu. Kondisi, tersebut tentu akan menganggu aktifitas masyarakat,
” Oleh karena itu saya ingatkan lagi agar instansi terkait, dalam mengatasi dampak atau resiko bencana tersebut. Saya berharap dengan kegiatan, sosialisasi rawan bencana ini kita dapat bersama-sama menanggulangi bencana di kabupaten Bangka. Semoga kegiatan ini dapat berjalan seperti yang kita inginkan dalam rangka melindungi, mengayomi masyarakat.
Kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada perangkat kelurahan/desa kemudian perangkat terbawahnya dalam rangka kita menghadapi bencana, setidaknya mengatasi bencana, sehingga di tingkat, bawah itu sudah siap untuk menghadapinya, dalam rangka rekontruksi bencana itu.
Untuk pemetaan wilayah bencana sudah ada. Untuk bencana ada banjir, puting beliung dan untuk kebakaran hutan ada di Damkar, untuk BPPD banjir dan puting beliung di Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan lainnya.
” Untuk bencana banjir ada 7 titik seperti di Sungailiat ada di Pasar Inpres, Nelayan, Sinar Jaya, Kace, Kace Timur, Kayu Besi, dan Jembatan masuk Belinyu. Untuk Puting beliung ada di 9 titik wilayah yang memang ada pembukaan pemukiman baru karena banyak pohon, karena tadinya terlindung pepohonan, ditebang menjadi terbuka, kemungkinan terkena dampak angin kencang seperti di Tutut, Desa Penyamun, termasuk di daerah Kelurahan Kenanga, kemudian di Nelayan dan di Baturusa kita beberapa bulan terjadi lebih besar.
Untuk bencana alam tahun ini ada banjir dan puting beliung, di Baturusa, Kace, Kemuje kemudian di Kecamatan Sungailiat dan Kecamatan Riau, Silip, Untuk (8) kecamatan rawan bencana ini kita adakan sosialisasi. Ada juga sekolah sadar bencana untuk memberitahu, kepada generasi muda di sekolah untuk menanggulangi bencana.
” Kendala di lapangan masih, kurangnya tanggapan kesadaran dari masyarakat sekitar. Beranggapan bahwa penanggulangan bencana ada instansinya. Maka, melalui sosialisasi ini kita gugah bahwa dalam penanggulangan bencana semuanya”, terlibat pungkasnya (Imron)
















