Bangka || Buserindonews.com – Acara dihadiri oleh Bupati Bangka Mulkan Peresmian Balai adat laboeh Oesang desa labuh Air pandan kecamatan Mendo barat kabupaten Bangka Ketua Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia Bangka Belitung, Dato Pangeran Sardi Boman MM. Wakil Ketua Majelis Tinggi Peradaban Pangkalpinang Dato Radindo Drs. Mulyono, Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Indonesia Bangka Belitung, Dato Dela, S.Pd, Lembaga Adat Minggu (07/08/2022)
” Melayu Kabupaten Bangka diwakili Bapak Wahar Saksono Ketua Tim, Penggerak PKK Kabupaten Bangka, Ibu Yusmiati Mulkan Bapak Kapolres, Bapak Kajari, Bapak Dandim 04.13 Bangka, Ketua Adat Mapur ataupun Air Abik yaitu Abang Kita, Bapak Gidoi, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Bangka, Direktur PDAM Tirta Bangka, Bapak Suhendra beserta ibu, Dekan Fakultas Hukum UBB, Ibu Derita Prapti Rahayu, SH, MH terima kasih jelas Mulkan,
atas bimbingannya terutama di Desa Labu Air Pandan, Camat Mendo Barat beserta jajaran, Pak Sekcam beserta jajaran, Kapolsek Mendo Barat, Danramil Mendo Barat atau yang mewakili, Babinsa, Bhabinsakamtibmas Desa Labuh Air Pandan Kades, Bapak Badar beserta perangkat desa, Bapak Ahmadi Sofyan, Sanggar Bujang Betuah, Lembaga Adat Kenanga ,Tim Pembinaan UBB, Pak Irwan beserta rekan-rekan yang telah member sumbangsih pikiran dan tenaga sehingga terbentuklah rumah adat Labuh Usang ini atas dukungan dari UBB. Bagaimana kita menjadi gerbang keadilan dan memberi kontribusi yang nyata di masyarakat Bangka Belitung pada umumnya, dan Kabupaten Bangka pada khususnya.
” Tentunya kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dan juga sebagai Kepala Daerah mengucapkan terima kasih tentunya kepada Desa Labuh Air Pandan beserta masyarakat dan para pengurus terutama Balai Adat Labuh Usang yang sampai hari ini telah bersedia terutama untuk diresmikan. Memang rencana sudah jauh hari sebelum bulan puasa. Kita ini bukan hanya ngomong saja tetapi kita buktikan bahwa itu kerja keras kita bersama ujarnya,
Terima kasih kepada semua pihak, terutama UBB beserta tim yang telah bekerja keras memberi bimbingan kepada Desa Labuh Air Padan mungkin desa yang terpencil tetapi memiliki suatu nilai sejarah yang cukup banyak. Dan inilah harus kita gali bersama, yang harus kita lestarikan bersama terhadap kebudayaan atau kearifan lokal yang kita miliki.Pak Wahar menyampaikan kita budaya melayu, budaya melayu ini banyak sejarah yang ditinggalkan kata Mulkan,
Bukan hanya di Air Abik atau Pejem yang selalu kita lakukan Nujuh Jerami dengan nama tempatnya Memarong. Kami hampir setiap tahun bahkan kemarin walaupun covid-19 tetap kita laksanakan, tetapi sejarah tetap harus kita pertahankan, jangan sampai hilang, jangan sampai regenerasi ke depan tidak tahu terangnya,
” Dari (62) desa ini sebenarnya kita memiliki semua, tetapi bertahap menggali potensi budaya ini tugas harus membuat suatu inovasi, seperti Pak Ahmadi ini walaupun umur muda tetapi untuk sejarah paham karena menulis sejarah. Jadi tahu sejarah yang ada di Kabupaten Bangka ini ungkapnya,
Sekali lagi kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung semua kegiatan dan terima kasih kepada Pak Kades, UBB, Ibu Dekan yang telah memberi kontribusi secara langsung kepada masyarakat kami di Kabupaten Bangka ini.
” Dan terima kasih kepada Forkopimda kita, Babin, Bhabinsa yang telah memberi supporting kepada semua masyarakat atas kegiatan, sehingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan aman. Sehingga tidak ada hambatan bagi masyarakat kita untuk memberi aspirasi masyarakat atau masalah di desa. Dan juga ada pendamping desa, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Ini harus kita betul-betul jaga bersama, kekompakan dan kebersamaan terang Mulkan,
Tanpa kekompakan dan kebersamaan tidak bisa dilaksanakan kegiatan. Seperti kegiatan ini dari semua lembaga adat kita saling bergotong royong mendukung Balai Adat di Labuh Usang ini. Dan kami titip pesan kepada Pak Kades, kita bukan hanya membuat tetapi bagaimana kita merawat terhadap apa yang kita bangun. Ini masih polos, mungkin diberi pernak-perniknya. Karena Kabupaten Bangka ini terkenal dengan sepintu sedulangnya.
” Jadi nanti Pak Kades buat bentuk dulang, harap di dukung Bu Wira ke Pak Kadesnya, buat dulang-dulang di depan ini sebagai ciri khas kita karena para wisatawan kita kalau terlalu polos, tidak ada yang antik-antik mereka agak bosan. Nanti ke depan kalau ada kegiatan kita boyong lah satu orang barat, kita viralkan. Jadi seperti kegiatan ini kalau ada tadi dan kita datangkan biar terekspos kemana-mana karena di daerah lain seperti itu. Ini bisa dipikirkan sebagai daya tarik wisata kita seperti Memarong dan seperti ini. Dan ini juga harus dishare kemana-mana, perlu dipelitur biar tidak cepat rusak karena kualitas kayu kita bukan kayu tua tetapi kayu muda. Dengan mengucapkan bismillah Balai Adat Labuh Usang Desa Labuh Air Pandan ungkap”,Mulkan saya nyatakan dapat digunakan pungksnya (Imron)
















