Antusias Warga Bulupayung Memperingati Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah

Cilacap || buserindonews.com – Suran/Asyuro atau biasa disebut dengan Memetri Bumi dan merupakan tradisi masyarakat jawa yang sudah berjalan setiap datangnya Tahun Baru lslam/ Muharram.

Masyarakat Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, setiap datangnya tahun baru lslam atau bulan Muharram menggelar kegiatan Memetri Bumi.

Warga terlihat antusias dalam mengikuti jalannya prosesi kegiatan tersebut, tumpeng berbentuk gunungan yang berisi beragam hasil bumi dan ratusan telor yang di kemas berbentuk gunungan diarak oleh masyarakat yang dikoordinir oleh Kepala Dusun setempat, meliputi
(Dusun Kalenaren, Sekarmayang dan Dusun Bulupayung)
menuju Balai Desa.

Kepala Desa Bulupayung, Sudir mengucapkan terimakasih kepada Masyarakat, Perangkat, Lembaga Desa yang sudah berpartisipasi bisa menggelar kegiatan rutin tahunan dalam menyambut tahun baru lslam serta mensukseskannya.

” Dijelaskan, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut tahun baru lslam 1444 Hijriyah dan sekaligus merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Republik Indonesia, mengungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan berupa kesehatan dan rezeki sehingga kita bisa bersilaturahmi dan mengikat rasa kegotongroyongan sesama warga.

“Tumpeng dan hasil bumi ini merupakan budaya jawa sebagai warisan leluhur, sebagai bentuk rasa syukur dan berkah kepada Allah SWT, atas bumi yang selama ini dipijak sebagai kehidupan mahkluk hidup ciptaanNya,” ucap Sudir.

Rangkaian kegiatan Memetri Bumi ini, masyarakat juga disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menampilkan kidalang Muhaimin gandrungmangu,Senin (22/8/2022)

Dan peda hari minggunya (21/8/2022) sebelum pelaksanaan Memetri Bumi, Pemerintah Desa dan Muslimat/Fatayat NU juga menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim piatu untuk 93 anak, di Balai Desa setempat.

Camat Patimuan Priyo Sutikno S.Sos., M.Si, yang hadir dalam kesempatannya di dampingi Kapolsek Patimuan AKP Sugeng. S, S.H, menyampaikan rasa bangganya kepada Pemerintah Desa Bulupayung yang sudah bersinergi, menjaga kekompakannya bersama masyarakat.

Menariknya, tumpeng yang dibuat diisi dengan aneka hasil pertanian dan perkebunan, ada terong, kacang, jagung, pisang dan semua sayuran ini berasal dari lahan pertanian warga.

” Ini harus terus terjaga, terbukti dari masyarakat dalam Memetri Bumi yang digelar tumpeng lengkap dengan lauk pauknya, dan hasil bumi masyarakat di suguhkan kepada Pemdes, melalui perwakilan tokoh masyarakat Desa Bulupayung, atas nikmat dan syukurnya dari Tuhan YME serta segala karuniaNya, sehingga kita semua masih diberi kesehatan, keselamatan hingga saat ini, dan bulan Muharram adalah bulan penuh berkah, Pemdes Bulupayung bisa melaksanakan kegiatan Memetri Bumi sebagai perwujudan syukurnya kepada yang kuasa,” ucapnya.

Setelah melalui proses prosesi serah terima tumpeng dan hasil bumi, semua yang hadir di Balai Desa berdoa bersama kepada Tuhan YME, dipimpin oleh tokoh agama setempat meminta kelancaran rezeki, kelanggengan dalam menjalani kehidupan untuk terus diberi kesehatan.

” Selanjutnya, tumpeng dan hasil bumi diperebutkan oleh masyarakat baik tua muda hingga anak-anak, menandakan rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sukirman Ketua BPD Desa Bulupayung dan anggota, Suparjo Perwakilan Masyarakat, Perangkat dan Lembaga Desa, TP PKK Desa Bulupayung, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemuda serta undangan lainnya.( Suratman )

Tinggalkan Balasan