Diguyur hujan, Jama’ah Istighotsah Riyadhul Mukhlisiin, Tetap Semangat Lantunkan Shalawat.

DENPASAR || buserindonews.com –  Ratusan warga dan jamaah tamu undangan tetap bersemangat melantunkan shalawat Nabi meskipun diguyur hujan yang lumayan deras. Dengan penuh kegembiraan, mereka bersama-sama menyerukan puluhan syair shalawat yang dipimpin oleh Ustadz Selamet Riyadi bersama tim hadroh Rukun Pengajian Sekartaji bimbingan bapak Shalim dan Ustadz Novi Nuryahya.

Malam pun semakin larut. Namun tidak menyurutkan warga dan tamu undangan yang hadir untuk tetap menggemakan syair dan sholawat Nabi. Meraka tampak sangat menikmati dan tenggelam dalam kekhusyukan. Apalagi diiringi dengan tim hadroh Rukun Pengajian Sekartaji yang sangat piawai dalam menabuh alat musik tradisional Islami itu.

Dengan duduk di atas karpet, mereka memadati ruangan yang digelar oleh jamaah Istigoshah Riyadhul Mukhlishin Jl. Gunung Talang II, Gg. Jepun 2 Padangsambian, Denpasar (25/10/2022).

Acara ini menghadirkan penceramah, Ustadz Selamet Riyadi Pimpinan TPQ Ar Rahim dan juga pengajar Rukun Pengajian Sekartaji (sema`an qur`an ta`lim al-berzanji) di damping Ustadz Toha sebagai tawasul dan doa penutup acara, juga turut hadir dalam acara ini, Habib shofi bin Alwi bin Syihab pengasuh pondok pesantren Nurul Mustofa Tegal badeng Jembrana.

Dalam sambutanya ketua panitia ustadz Abdillah syahadat menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia dan seluruh tamu undangan yang dengan antusias mengikuti kegiatan pengajian maulid Nabi. “Mudah – mudahan kita semua yang hadir di sini tergolong umat beliau Baginda Rasullullah SAW yang berhak mendapat syafaatnya kelak di hari akhir,”ucapnya .

Tausiyah Ustadz Selamet Riyadi menyampaikan “Semoga yang datang dengan susah payah pada malam hari ini dirahmati Allah dan mendapatkan pahala serta syafaat kanjeng Nabi Muhammad Saw,” apresiasi dan salut atas semangat dan keikhlasan warga dan tamu undangan yang dari jauh datang ke acara ini, meski cuaca tidak mendukung, ujarnya.

Tradisi menghias telur saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H menjadi hal yang wajib dilakukan setidaknya oleh umat muslim di Kota Denpasar. Bahkan sebagian masyarakat muslim berpendapat bahwa tak lengkap rasanya jika perayaan maulid tanpa telur hias.

Pada kegiatan keagamaan dan kebudayaan ini biasanya telur ditusuk dengan batang bambu dan dihias dengan kertas atau pernak-pernik lainnya “Namun yang paling penting, semoga dengan peringatan maulid ini kita semua dapat mencontoh akhlak beliau, semangat dan perjuangan beliau dalam berdakwah,” pesannya sesuai tema di banner yang terpasang.

Setelah acara ditutup dengan doa oleh ustadz Toha, langsung mengajak seluruh tamu undangan untuk santap malam bersama yang telah disediakan.

Saat di temui wartawan buserindonews.com salah satu tamu undangan dari tembau Denpasar timur yang hadir, Imam Turmuji mengaku hadir bersama keluarga. ” Kami sengaja hadir awal waktu supaya dapat tempat duduk di depan. Namun tiba-tiba hujan. Tapi saya tetap mau mengikuti sampai selesai,” ujarnya. (Amat).

Tinggalkan Balasan