Buserindonews | Bandung Barat- Jagat maya dihebohkan oleh sebuah video amatir yang memperlihatkan sekelompok jemaah yang mendeklarasikan diri sebagai tentara Allah atau Jundullah, pada Jumat, 1 januari 2021.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Buserindonews deklarasi tersebut digelar di sebuah Masjid di Kampung Sasak Bubur, RT04/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Jumat 1 Januari 2021 lalu.
Video tersebut memperlihatkan pimpinan jemaah berdiri paling depan dengan balutan gamis putih mengucapkan teks deklarasi pembentukan jemaah tentara Allah yang diikuti jemaah yang berada tepat di belakangnya.
Diketahui, pimpinan jemaah tersebut bernama Erwan Sa’ad mengawali deklarasi dengan pembacaan dua kalimat syahadat.
Deklarasi pembentukan Jundullah atau tentara Allah. Bahwa pada hari ini Jumat 1 januari 2021 di Masjid Allah Sawah, Sasak Bubur, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB dibentuk suatu jemaah yang diberi nama Jundullah atau tentara Allah dengan penanggungjawab Erwan Sa’and. Untuk bersama-sama Insya Allah berjuang membuktikan Al Quran surat ke 42 ayat 13 dan Al Quran surat ke 47 ayat ke 7 dengan semua komponen kaum muslimin dimana pun mereka berada,” ucap Erwan Sa’ad diikuti jemaah yang berdiri di belakangnya.
Erwan Sa’ad dikenal warga sekitar sebagai seorang ustaz yang memiliki jemaah sendiri. Saat hendak ditemui, Erwan Sa’ad sedang tidak berada di lokasi.
Sementara itu, Ketua RW 03 Supiyandani mengaku cukup kaget mendengar kabar deklarasi itu. Sebab, kata dia, pada waktu deklarasi, dirinya Erwan sama sekali tidak meminta izin atau pemberitahuan terkait adanya deklarasi tersebut.
Saya malah baru tahu dari video ini. Jujur saya enggak tahu ada deklarasi semacam itu. Ya kaget lah,” ucap Supiyandani ditemui Buserindonews di kediamanannya, pada Senin, 4 Januari 2021.
Dani mengatakan, selama tiga tahun dirinya menjabat sebagai RW, ia sama sekali tidak menaruh curiga pada jemaah yang berada tak jauh dari rumahnya.
Selama ini, ujarnya, dirinya hanya mengira jemaah itu hanya sebatas jemaah biasa yang rutin pengajian.
Sebetulnya, mereka ini ya jemaah Masjid biasa, yang kegiatannya pengajian. Tapi memang kalau pengurus jarang komunikasi juga dengan mereka. Enggak aneh-aneh juga selama ini,” tuturnya.
Selain itu, ia mengatakan, Erwan bukanlah warga asli Kampung Sasak Bubur. Namun, sudah sejak lama jemaahnya bermukim di wilayahnya,Jemaahnya mungkin sekitar 13 kepala keluarga. Tapi selama ini sosial mereka biasa-biasa saja,” kata dia. (ITA)
















