Blora ll buserindonews.com– Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, mengapresiasi dan mendukung penuh usulan Abdullah Aminudin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang mengajukan ide untuk menjadikan kunjungan wisata sebagai bagian dari kegiatan belajar bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Blora. Sunaryo menilai usulan ini sangat relevan dengan upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada generasi muda serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Blora.
“Saya sepakat dan setuju dengan usulan ini. Kami akan mendorong kegiatan wisata edukatif untuk siswa, terutama yang berlokasi di wilayah Blora. Wisata ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga dapat mengenalkan mereka pada sejarah, budaya, dan potensi daerah sendiri,” kata Sunaryo dalam pernyataannya, Jumat (13/9).
Sunaryo menyebutkan bahwa beberapa destinasi wisata di Blora, seperti Noyo Gimbal dan Gua Sentono, sangat cocok untuk kegiatan Outing Class bagi siswa. “Untuk kegiatan di PAUD, ada yang namanya Puncak Tema, dan itu bisa berupa Outing Class di tempat-tempat seperti Noyo Gimbal atau Gua Sentono,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan siswa di luar lingkungan sekolah.
Pentingnya Infrastruktur Pendukung
Namun, Sunaryo menekankan bahwa agar program kunjungan wisata ini bisa berhasil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan menuju lokasi wisata. “Yang paling penting adalah memperhatikan kondisi jalan menuju tempat-tempat wisata. Hal ini sangat penting agar kunjungan bisa berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki dan memperluas infrastruktur penunjang pariwisata, seperti jalan, fasilitas umum, dan penginapan. “Kalau Blora ingin menjadi destinasi wisata yang besar, infrastruktur pendukungnya harus diperkuat,” tegas Sunaryo.
Usulan Paket Wisata Terpadu di Blora
Lebih lanjut, Sunaryo mengusulkan agar dinas terkait, seperti Dinporabudpar Blora, dapat mengembangkan paket wisata terpadu yang mengombinasikan berbagai jenis destinasi dalam satu kunjungan. Menurutnya, Blora memiliki potensi besar untuk menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, museum, edukasi, hingga seni tradisional.
“Harapannya, ada paket terpadu yang mengombinasikan beberapa destinasi dalam satu program, sehingga kunjungan wisata tidak hanya terfokus pada satu tempat. Ini bisa membuat durasi kunjungan lebih lama, mungkin tidak hanya satu hari tapi bisa dua hari. Dengan begitu, ada nilai tambah dari sisi ekonomi, termasuk kebutuhan akan penginapan yang memadai,” jelasnya.
Sunaryo menilai bahwa Blora punya banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata, seperti wisata alam di Noyo Gimbal, Seni Tradisional seperti Tayub dan Ketoprak, serta wisata religius dan literasi. “Blora punya banyak kekayaan lokal, dari wisata alam, seni, hingga sejarah. Kita memang tidak punya laut, tapi kita punya banyak potensi wisata purbakala dan seni tradisional yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” katanya.
Peluang Ekonomi dari Wisata Edukatif
Selain itu, Sunaryo mengungkapkan bahwa wisata edukatif dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama di sektor penginapan dan kuliner. Menurutnya, jumlah siswa SD dan SMP di Blora yang mencapai 585 sekolah dasar dan 102 sekolah menengah pertama, merupakan potensi pasar yang besar untuk dikembangkan.
“Dengan jumlah sekolah yang cukup banyak, jika setiap siswa dapat melakukan kunjungan wisata setidaknya sekali dalam setahun, ini akan menjadi kontribusi besar bagi perekonomian daerah. Apalagi, kalau paket wisata yang ditawarkan lebih variatif dan terintegrasi, pasti banyak yang tertarik,” ujarnya.
Sunaryo berharap, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, usulan Aminudin dapat segera diimplementasikan dan berdampak positif bagi kemajuan pariwisata Blora. “Saya berharap ada sinergi dari semua pihak untuk merealisasikan usulan ini. Jika kita bisa menawarkan paket wisata terpadu yang menarik, pariwisata Blora akan semakin berkembang dan dikenal luas,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara dinas pendidikan, pariwisata, dan sektor terkait lainnya, Blora diharapkan mampu menjelma menjadi destinasi wisata yang semakin menarik, tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga nasional dan internasional.
(Angga)
















