Peristiwa Bullying di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam 01 Wedusan Dukuhseti Akhirnya Resmi Dilaporkan ke Polresta Pati

PATI || buserindonews.com – Ketidakjelasan penanganan peristiwa bullying oleh pihak sekolah Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam 01 desa Wedusan Dukuhseti Pati, yang menimpa siswinya ( kelas 5 ) akhirnya kini resmi dilaporkan ke pihak Satreskrim Polresta Pati setelah hari Rabu (30/10/24) Orang tua korban memasukkan laporan pengaduan atas peristiwa yang menimpa putri tunggalnya hingga mengakibatkan tulang bahunya bergeser serta menjalani terapi di Jogja.

“Perkara ini terpaksa saya laporkan ke Polresta Pati pak karena disamping tidak ada itikad baik dari orang tua pelaku juga malahan kami diintimidasi dari pihak sekolah jika tetap melaporkan kasus ini maka anak saya tidak boleh sekolah di sana lagi, jadi kami ini korban kok malah kami tidak mendapatkan perlindungan dari pihak sekolah namun malah disalahkan.” Demikian penjelasan Ny. NW orang tua korban kepada Tim Media.

“Alhamdulillah tadi dari para petugas yang di Satreskrim Polresta Pati banyak memberikan support dan menyemangati saya pak, bahkan jika masih ada bentuk bentuk intimidasi atau ancaman sekecil apapun kepada kami Bapak-Bapak Petugas di Satreskrim Polresta Pati siap menindaklanjuti laporan kami pak.” Demikian imbuh Ny. NW.

Sebagaimana telah dirilis di Media ini beberapa hari yang lalu perihal peristiwa bullying yang dialami salah seorang siswi kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islam 01 Wedusan Dukuhseti Pati sebut saja namanya adik Cantik yang dipukul oleh teman sekolahnya inisial F pada bahu kananya hingga mengakibatkan cidera diduga mengalami pergeseran pada tulang bahu sebelah kanan serta sakit diperut bagian bawah karena ditendang oleh pelaku, hingga kini korban mengalami trauma psikis tidak mau sekolah lagi disana karena ketakutan dengan pelaku dan pihak kepala sekolahnya.

Adik Cantik terpaksa harus menjalani terapi di Sleman Jogja guna memulihkan cedera fisiknya serta konseling ke psikolog agar trauma psikisnya bisa pulih kembali. Konon menurut keterangan salah seorang psikolog di Pati, trauma psikis seperti itu paling tidak membutuhkan waktu 3 bulan untuk bisa pulih kembali dengan penanganan yang kontinyu alias berkesinambungan serta intens.

Terapi untuk putri tunggalnya itu terpaksa ditempuh oleh Ny. NW dikarenakan faktor keterbatasan biaya karena sebagai singel parent Ny. NW juga sebagai tulang punggung keluarganya harus pontang panting dari Jogja ke Wedusan Dukuhseti Pati guna mengurusi anak dan ibunya seorang diri.

Anjuran dari dokter di RS Sebening Kasih Tayu memang disarankan untuk ke Dokter Bedah dan Opname juga dilakukan CT Scan karena sewaktu diperiksa adik Cantik menangis menahan sakit dan dari air matanya tercampur darah terpaksa belum bisa dilaksanakan karena kondisi sosial ekonominya yang memprihatinkan.

Dalam kondisi kalut seperti itu ibu Ny. NW yaitu Mbah Sutini binti Dakelan (55 thn) kesehatannya drop sehingga terpaksa malam itu harus dibawa ke RS sebening Masih pada Minggu malam Senin 27 Oktober 2024 dari Wedusan kec. Dukuhseti ke Tayu yang berjarak 17 km dan karena kondisi fisiknya lemah (tidak sadarkan diri) maka harus menjalani rawat inap.

Sehingga bisa dibayangkan betapa kalutnya Ny. NW yang harus menghadapi keadaan seperti itu. Harus mengurusi anaknya yang terapi di Sleman Jogja juga harus menghadapi ibunya yang opname di Rumah Sakit.

Ny. NW pada Kamis 31/10/24 telah merapat ke Ruang Pers gedung DPRD kab. Pati guna audiensi dengan rekan² Media yang berpangkalan disana untuk mendapatkan dukungan moril dan materiil, ” Alhamdulillah pak, Bapak-bapak wartawan semuanya siap membantu mengawal perkara ini dan semoga permasalahan ini segera selesai agar saya dan anak saya bisa kembali tenang menjalani kehidupan kami Pak.” Pungkas Ny. NW yang malam ini langsung bertolak kembali ke Jogja untuk mengurus putri tunggalnya melanjutkan terapi.

bsa-red

Tinggalkan Balasan